fbpx

0
0
0
s2sdefault

1588650048797Ayah Emily mengantarnya ke altar meski para tamu tidak bisa hadir karena lockdown virus corona.[Facebook Vicens Forn/The Mirror]

SitindaonNews.Com | Pasangan pengantin di California menikah dengan kursi yang ditempel foto para tamu pernikahan yang tidak bisa hadir karena lockdown virus Corona.

Gereja St. Ignatius di San Francisco, California, menempelkan foto-foto jemaahnya di bangku kosong sebelum Parris Khachi dan Emily Manashi mengikat janji Sabtu lalu.

Pasangan itu menikah di gereja Katolik besar dengan hanya segelintir anggota keluarga yang hadir karena larangan pertemuan massal karena pandemi Covid-19, dilansir dari The Mirror, 4 Mei 2020.

Namun, berkat kebaikan gereja, ruangan itu dipenuhi dengan puluhan "tamu" yang antusias sambil tersenyum.

Parris dan Emily, dari San Francisco, dipaksa untuk mempertimbangkan kembali rencana pernikahan mereka ketika Covid-19 menyapu AS dan perintah sosial jarak diberlakukan.

Amerika Serikat sekarang memiliki jumlah kasus virus corona terbanyak dibandingkan yang lainnya di dunia dengan 1 juta lebih orang terinfeksi dan 64.000 kehilangan nyawa.

Tetapi pasangan yang telah bertunangan selama hampir setahun, bertekad untuk melanjutkan hari istimewa mereka.

"Begitu tempat perlindungan mulai berlaku, kami menghabiskan waktu mencari tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya," kata Parris, pengantin pria, kepada ABC7.

"Tidak ada dari kita yang ingin menunda tanpa batas waktu, karena sulit untuk mengetahui kapan hal-hal akan terasa normal lagi. Sementara itu, kita tidak ingin menempatkan orang yang kita cintai dalam risiko."

Gereja St. Ignatius menempel bangku-bangku kosongnya dengan foto-foto para jemaah yang tersenyum.[Facebook Vicens Forn/The Mirrror]

Pasangan itu memutuskan untuk terus lanjut dan menikah dengan hanya 11 orang yang hadir.

Gereja juga setuju untuk menyiarkan langsung upacara itu, sehingga keluarga dan teman-teman lainnya dapat menonton secara online.

Tetapi sebagai kejutan, gereja juga merekam foto-foto peserta regulernya, yang tersebar di 26 deret kursi yang memenuhi ruangan kosong dengan wajah tersenyum.

Seorang fotografer Vicens Forn yang menangkap tamu palsu ini telah mengunggah gambar di Facebook dan kini viral.

"Pengantin perempuan masuk sambil memegang tangan ayahnya," tulis Vicens di Facebook.

"Kemarin saya sangat beruntung menjadi fotografer pernikahan ini di San Francisco, pernikahan yang berbeda tetapi terutama emosional, jangan lupa bahwa hidup terus berjalan. Adalah hal yang benar-benar indah yang dilakukan para pastor dan anggota gereja," katanya.

Parris Khachi mengatakan dia yakin orang mungkin mengira foto-foto di bangku adalah keluarga dan teman-temannya yang tidak bisa hadir dalam pernikahan.

"Kami khawatir orang-orang telah salah menafsirkan gambar itu dan tidak ingin kebencian internet pada hari pertama kami sebagai pasangan yang sudah menikah," candanya.

Khachi mengatakan di antara foto-foto di bangku, ada teman-teman serta keluarga mereka menonton siaran langsung pernikahan dan itu membuat mereka merasa sangat dicintai.

Sumber: .tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1588473039693Tenaga Medis Khusus Covid-19 di Sumut

SitindaonNews.Com | Rumah sakit rujukan covid-19 di Sumut, Rumah Sakit GL Tobing memberhentikan seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan pasien covid-19.

Pemberhentian tenaga kesehatan secara sepihak dilakukan tanpa penjelasan apapun.

Seluruh tenaga medis diminta untuk meninggalkan penginapan khusus nakes yang terletak di Hotel Wings Jalan Arteri Kualanamu Medan, Sabtu (2/5/2020).

"Sebelum diarahkan untuk meninggalkan penginapan oleh Koordinator kami, kami sebelumnya disuruh satu kamar menjadi dua orang, tapi kami menolak. Sampai pada pukul 12.00 WIB tadi kami diberhentikan bertugas dan diminta untuk meninggalkan penginapan tanpa penjelasan dan surat perintah," ungkap Teddy Soaloon Purba, perawat relawan covid-19 di RS GL Tobing kepada Tribun Medan, Sabtu (2/5/2020).

Teddy mengatakan, bahwa yang diberhentikan bertugas adalah seluruh tenaga medis mulai dari dokter umum, dokter spesialis, hingga petugas laboratorium dan radiologi.

Hotel Travel Hub (TRIBUN MEDAN / HANI)

"Semua tenaga kesehatan diberhentikan hari ini, pihak penginapan mengatakan paling lama meninggalkan penginapan pada pukul 17.00 Wib. Tapi ini sekitar 80 persen tenaga medis sudah keluar, selebihnya masih packing barang," ungkapnya.

Teddy juga mengatakan bahwa upah para tenaga medis juga masih dalam proses untuk dicairkan selama bertugas sekitar satu bulan.

"Untuk upah memang masih dalam proses pencairan, belum diterima para tenaga medis, infonya masih diproses," katanya.

Teddy mengaku dirinya beserta tenaga kesehatan yang lain merasa sedih karena pemberhentian dilakukan secara sepihak.

Ketika para tenaga kesehatan meminta Surat Keputusan untuk pemberhentian tugas, pihak rumah sakit belum bisa memberikan.

Saat ditemui rekan-rekan media di penginapan khusus tenaga kesehatan relawan Satgas penanganan Covid-19, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Rudi Rahmadsyah Sambas mengatakan dirinya terkejut karena kabar pemberhentian tenaga kesehatan yang bertugas sangat mendadak.

Tanpa konfirmasi sebelumnya, arahan untuk meninggalkan penginapan, menurut lelaki yang akrab disapa Ruben ini sangat mendadak.

"Saya jujur terkejut dengan hal yang sangat mendadak ini. Tadi pagi saya masih dinas, terus tiba-tiba mendapatkan arahan untuk meninggalkan penginapan," ungkap Ruben.

Sebanyak 80 lebih nakes diberhentikan tugas dan seluruhnya belum mendapatkan intensif.

Saat ini, meskipun telah ada konfirmasi resmi dari Gugus Tugas mengenai pemberhentian ini, namun Ruben mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Saya belum sempat melihat whatsapp, semua ini rasanya mendadak sekali, kami merasa seperti diusir lah, semua kawan-kawan pun sudah berpencar ini, penginapan sudah ditutup," tuturnya.

RUDI Rahmadsyah Sambas, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) cabang Sumut yang juga merupakan dokter relawan gugus tugas Covid-19 Sumut yang bertugas di rumah sakit dr. GL. Tobing PTPN II Tanjung Morawa. (TRIBUN MEDAN/HO)

Benarkan Tenaga Medis Diusir Dari Hotel

Ketua II Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan membenarkan kabar tersebut dan mengatakan bahwa pihak Travel Hub Hotel tidak memperkenankan lagi para tenaga medis ada di dua orang satu kamar. 

"Mereka (Travel Hub Hotel) tidak mau lagi membantu kita, mereka memaksa harus 1 kamar 1 orang sementara kemampuan kita hanya bisa 1 kamar untuk 2 orang," tuturnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara ini menyebutkan bahwa pihak pemerintah tidak menyanggupi hal tersebut.

"Mereka sudah tidak berkenan membantu. Saya sudah memohon supaya mereka 1 kamar 2 orang, karena kemampuan kita terbatas. Mereka tidak berkenan," tutur Alwi.

Ia menyebutkan bahwa pihak Hotel tak lagi menyetujui terkait kesepakatan agar satu ruangan dua tenaga medis.

"Mereka tidak mau sama kita, itu masalahnya. Mereka kalau masih mau bantu, silahkan masuk 2 orang 1 kamar, supaya budgetnya bisa cukup. Tapi mereka memilih tidak mau," tuturnya.

Kabar ini sempat viral di media sosial usai dibagikan Akun YouTube Joniar News Pekan terkait kondisi para tenaga medis langsung dari  Travel Hub Hotel Kualanamu, Jalan Arteri Kualanamu No.9, Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Deliserdang.

"Hari ini pada tanggal 2 mei 2020 saya ada di seputaran Kualanamu, tepatnya di hotel tempat penginapan para pejuang Covid19 RS GL Tobing Medan. Saya dapat berita bahwa para pejuang rumah sakit dan paramedis dipaksa keluar dari rumah sakit harus meninggalkan hotel tempat penginapan mereka jam 12 siang tadi," ungkap Joniar.

Ia tampak mendatangi para resepsionis dan mempertanyakan kabar tersebut, dan para resepsionis menjawab bahwa para tenaga medis tersebut sudah menginap selama satu bulan.

"Mereka dipaksa keluar dan pihak rumah sakit menyatakan mem PHK mereka secara sepihak padahal mereka sama dari sejak mereka bekerja tidak ada dan belum ada menerima upah satu bulan lebih. Saat ini mereka sekarang rapid test melihat kondisi mereka. Saya akan coba menanyakan pihak manajamen dan jika ada beberapa medis saya akan coba mewawancarai. Kita lihat apakah alasannya, dikeluarkan dari Hotel Travel Hub ini," tuturnya.

Akui Kekurangan Dana Tangani Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, Alwi Mujahit membenarkan bahwa pemerintah saat ini kekurangan dana untuk membiayai perawatan pasien yang terpapar wabah virus Corona di Rumah Sakit GL Tobing, Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Dalam waktu dua Minggu saja, pemerintah Sumut harus mengeluarkan anggaran ratusan juga untuk membiayai pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan tersebut.

"Rp 530 juta dalam dua Minggu kita telah keluarkan anggaran untuk membiayainya," kata dia melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (2/5/2020).

Untuk meminimalisir pengeluaran, Alwi Mujahit sudah meminta kepada tenaga medis untuk merawat pasien Corona satu kamar dua orang.

Akan tetapi, para tenaga medis menolaknya dan tetap meminta pasien positif covid-19 dirawat satu orang per kamar.

"Kita sudah minta kepada mereka untuk menghemat anggaran, di mana pasien di rawat satu kamar untuk dua orang," kata dia.

Dengan penolakan tersebut, akhirnya pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak para tenaga medis. Dan akhirnya, kata Alwi seluruh pasien positif terpaksa harus dipindahkan ke rumah sakit lain.

"Kita tidak bisa paksa mereka, kalau tetap begitu, terpaksa pasien kita pindahkan ke tempat lain,"ucapnya.

Alwi juga kecewa dengan keputusan para tenaga medis ini. Di mana, para tenaga kesehatan meminta kepada pemerintah agar segera membayarkan seluruh tunggakan yang ada. Baik itu mulai dari gaji dan biaya perawatan pasien.

"Di mana katanya garda terdepan untuk menangani wabah virus ini," ujarnya.

(cr14/tribun-medan. com)

Sumber: .tribunnews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200502 202422Korban menjalani perawatan di RS Murni Teguh Medan

Medan - Jumat 01/05/20,  sekira pukul 04.00 subuh, seorang pedagang sayuran jadi korban perampokan di Jl. AR. Hakim Medan, Sumatera Utara. 

Korban bernama Erdina br Sihombing 54 th warga Jalan Bakti Gang Rahayu Medan, pukul 04.00, tanggal 01/05/20 kehilangan 4 jari tangan kiri akibat di bacok perampok yang berhasil merebut tasnya berisi uang Rp. 4 juta dan HP di Jl. AR. Hakim Medan saat akan belanja ke Pasar MMTC Medan, ibu ini rutin sebagai pedagang sayur mayur pada subuh hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang menumpang becak bermotor untuk belanja sayur- mayur dari rumahnya menuju Pasar MMTC Jalan Pancing Medan.

Saat mekewati Jl. AR Hakim, dekat pintu rel kereta api di Jalan Aksara Medan, becak bermotor yang ditumpangi korban dicegat dua begal, yang merampoknya. Tiba-tiba tangan kirinya langsung ditebas dengan sebilah parang dari salah seorang pelaku hingga empat jarinya putus.

Lalu kedua perampok tersebut melarikan diri sambil membawa tas korban yang berisi uang Rp.4 juta untuk belanja dagangan sayur dan sebuah HP.

Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit Murni Teguh untuk mendapat pertolongan medis

Polisi masih melacak pelaku perampokan tersebut. 

Kepada masyarakat dihimbau agar selalu waspada karena tindak kejahatan akhir² ini semakin meningkat.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200429 195645

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Bengkulu, Getarannya Terasa di 4 Daerah

BENGKULU - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Rabu 29 April 2020 sekira pukul 15.17 WIB, atau menjelang azan Salat Asar.

Gempa itu berada di episenter pada koordinat 4.48 Lintang Selatan (LS) dan 102.6 Bujur Timur (BT), di laut atau berjarak 35 kilometer (KM) Barat Daya Bengkulu Selatan, dengan kedalaman 36 km. 

PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat setempat dan peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, dampak gempa bumi dirasakan di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, II -III MMI, Kaur II-III MMI, Kepahiang, II MMI dan Kota Bengkulu, II - III MMI.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, sampai Sabar, gempa bumi di Bengkulu Selatan merupakan gempa bumi kategori dangkal, akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia, yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa bumi.

''Gempa di Bengkulu Selatan tidak berpotensi tsunami,'' kata Sabar, ketika di konfirmasi Okezone, Rabu (29/4/2020).

 

Terkait dengan peristiwa gempa bumi di Bengkulu Selatan, jelas Sabar, hingga saat ini belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Namun, kata Sabar, masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.

Khusus masyarakat di daerah pesisir Bengkulu Selatan, imbau Sabar, agar tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

''Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu,'' kata Sabar.

(Ari)

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

5ea7eb313e195Para pelaku pembunuh sopir taksi online yang mayatnya ditemukan di hutan pinus saat digiring petugas polisi.(Foto Humas Polresta Bandung)

SitindaonNews.Com | Teka-teki pelaku pembunuhan terhadap Samiyo Basuki Riyanto (61), mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang ditemukan tewas di hutan Pinus Jalan Raya Banjaran-Pangelangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Samiyo yang diketahui sebagai sopir taksi online itu ternyata tewas setelah dibunuh oleh empat penumpang wanita dengan menggunakan kunci inggris.

Keempat pelaku yakni berinisial KAS alias Risma (19), KEZI alias Sella (20), AS alias Riska (21) dan IK (16).

Pembunuhan itu terjadi karena pelaku tak dapat membayar ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta.

1. Kronologi kejadian

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pembunuhan berawal dari tersangka berinisial IK dan S yang berasal dari Jakarta memesan angkutan taksi online.

IK memesan jasa korban secara offlinedengan tujuan Pangalengan dengan harga yang disepakati sebesar Rp 1,7 juta.

Sebelum perjalanan ke Pangalengan, korban dan pelaku menjemput pelaku RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangalengan menggunakan jalur tol Cipularang yang keluar di Tol Gate Seroja.

Sesampainya di Pangalengan, para pelaku kemudian menjemput pelaku RM.

Di tengah jalan, korban kemudian menagih ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta. Saat ditagih, para tersangka ini tak mampu membayar ongkos itu.

"Karena tidak bisa membayar salah satu tersangka sepakat untuk menghabisi korban," ungkap Hendra dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020).

2. Korban tewas dipukul dengan kunci Inggris

"Salah satu tersangka memukulkan sebanyak delapan kali ke arah kepala bagian belakang hingga korban meninggal dunia dan korban di buang ke jurang di Pangalengan," kata Hendra.

Hingga jasad korban ditemukan warga di tebing hutan pinus pada Senin 30 Maret 2020.

3. Ditangkap di tempat terpisah, peran masing-masing pelaku

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung AKP Agtha Bhuwana Putra mengatakan, keempat pelaku ini ditangkap di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda, sejak Jumat (24/4/2020) sampai Minggu (26/4/2020) pagi.

Dikutip dari Kompas TV, Agtha menjelaskan, empat pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam melakukan aksi pembunuhan.

Dua pelaku utama yakni Risma berperan membekap dan mencekik korban, IK yang memukul korban dengan kunci inggris..

Sedangkan Riska membantu membuang jenazah korban ke jurang. Sedangkan Sela mengamankan barang bukti.

"Korban dipukul kepalanya sebanyak delapan kali kemudian akhirnya meninggal," kata Agtha.

Setelah dipastikan tewas, korban kemudian dibuang ke jurang. Sedangkan kendaraan milik korban dibawa mereka.

"IK (16) otaknya, yang tersangka anak dibawah umur," katanya saat dihubungi Kompas.com.

4. Para pelaku memiliki hubungan khusus

Agtha mengatakan bahwa empat pelaku pembunuh Samiyo merupakan wanita penyuka sesama jenis.

"Iya (wanita penyuka sesama jenis)," katanya.

Keempatnya berkenalan belum lama ini dari sebuah aplikasi kencan.

"Mereka ini punya hubungan spesial sejak tahun 2020, ketemunya di aplikasi lesbian daring, seperti komunitas," ujarnya.

Menurut Agtha, mereka menyewa taksi onlinetersebut dengan tujuan pertemuan tak lain hanya untuk berkencan.

"Tujuannya ya untuk pacaran," ungkapnya.

5. Terancam 20 tahun penjara

Agtha mengatakan, atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 340 jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara

"Untuk pelaku di bawah umur akan dikoordinasikan dengan Bapas, untuk penanganan peradilan anak, karena salah satu pelaku masih dibawah umur," kata Agtha.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni, satu unit kendaraan roda empat merek Datsun Go warna putih dengan nomor polisi B 1313 KRX, kunci Inggris warna merah, baju warna abu dan jaket sweater warna hitam.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan tersebut.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi | Editor: Aprillia Ika, Farid Assifa)/Kompas TV

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200428 152540

Mobil Ambulance 

Sang Supir Ambulance

Namanya Firdaus marga Tambunan, anaknya 2 orang, dia masih muda. Tinggal persis di depan rumah kami. Pekerjaannya supir ambulance.

Selama ini mobilnya sering digunakan jika ada orangtua yang meninggal dunia di Medan dan dikubur di kampung atau bona pasogitnya. Jika seperti iu, biasanya pesta adat yang meninggal tersebut dilaksanakan di Medan. Jadi hanya prosesi penguburannya saja di kampung.

Dia tidak pernah takut membawa mayat, walaupun dia sendiri dan mayat itu saja dalam mobil. Dimana para sanak keluarga serta anak yang meninggal naik mobil khusus mengiringi dari belakang.

Minggu yang lalu ada seorang orangtua meninggal dunia di Medan. Selama ini orangtua ini tinggal di kampungnya, tetapi karena sakit lever yang dideritanya, opnamelah orangtuanya tersebut di Medan.

Dua bulan orangtua tersebut opname di rumah sakit. Pada saat awal opname ceritera Corona belum menjadi perhatian, kecuali di daratan Tiongkok sana.

Tetapi, Minggu yang lalu sang orangtua menghembuskan nafas terakhirnya. Ya.....karena penyakit lever akut dan usianya yang sudah tua. Dan semua anaknya sepakat orangtua tersebut akan dikuburkan di kampungnya. Dan kebetulan Firdaus inilah supir ambulance membawa mayat tersebut.

Dalam perjalanan, setiap batas Kabupaten ambulance ini pun harus diperiksa dan dicek surat jalannya dari Rumah Sakit. Dalam surat jalan diberitahu detail riwayat kematian serta mau dibawa kemana. Juga, setiap pos batas wilayah, ambulance bahagian luar dan dalam harus disemprotkan disinfektan. Juga Firdaus sang supir.

Ada beberapa pemeriksaan yang mereka lewati. Aman tidak ada masalah.

Persoalan justru setelah sang orangtua yang telah tenang di sisi Tuhannya itu tiba di kampungnya. Beberapa famili sudah menangisi mayat orangtua tersebut, bahkan si Supir pun sudah berharap mayat akan segera diturunkan dari ambulance, karena sudah lebih setelah jam di depan rumah orangtua itu.

Tapi entah siapa yang memulai, banyak masyarakat kampung menolak mayat tersebut.
Musyawarah pun dilakukan keluarga dengan masyarakat kampung yang menolak mayat teman sekampungnya itu. Pun dengan pihak keamanan dan dari pemerintahan.

Walaupun sudah lebih 1 jam musyawarah, keputusan mereka mayat harus dibawa kembali ke Medan atau kemana sajalah. Mayat itu tidak bisa dikubur di kampung itu.

Akhirnya dengan terpaksa mayat kembali ke Medan. Tapi mau dibawa kemana? Mau dikubur dimana?

Firdaus, menawarkan jasa, bahwa ada dia ketahui tempat orangtua ini bisa dikuburkan walaupun bukan di pekuburan resmi. Di daerah tanah garapan bekas PTP-2. Tapi......harus bayar sekian.

Sang orangtua pun dibawa kembali ke Medan dan tiba sudah malam hari di lahan yang bisa menerima mayat tadi.

Dengan uraian air mata yang tak hentinya dari semua anaknya, malam itu juga orangtuanya dikuburkan tanpa adat dan sakramen apapun sebagai seorang Kristen.

"Kasihan juga mereka" kata Firdaus mengenangnya.

"Apa kau tak kasihan pada dirimu Daus?. Bagaimana kalau mayat yang kau bawa karena Corona?" kataku menyelidik pikirannya.

"Cari makanku dari pekerjaan itulah, mau apalagi. Daripada mati kelaparan masih lebih baik mati karena Covid-19. Jelas kuburannya, jelas siapa menguburkan, dan semua biaya ditanggung negara" dengan enteng dia menjawab pertanyaanku.

Amang tahe, hansitna i ngolu saonari on. Sipata tung so adong be hasoan.

#palambokpusupusu

Copas: https://www.facebook.com/100024361903570/posts/660306638124727/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

mobil bmw yang terparkir lebih dari setahun di bandara soekarno hattaDok Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta

Mobil BMW yang terparkir lebih dari setahun di Bandara Soekarno-Hatta dibawa ke Polres Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/4/2020) 

SitindaonNews.Com | Polres Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan laporan dari pengelola parkir Bandara Soekarno-Hatta bahwa ada 7 unit mobil di bandara yang terparkir lebih dari setahun lamanya.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan total biaya parkir 7 mobil itu mencapai Rp 893 juta.

"Pertama si parkir inap depan Gedung 600 ada mobil Toyata Avanza dengan nomor polisi F 1043 CV, mobil Grand Max dengan nomor polisi B 1849 NKT, dan mobil Toyota Corona dengan nomor polisi DE 276 CA," ujar dia dalam keterangan pers, Jumat (24/4/2020).

Sedanngkan tempat kedua di area parkir Terminal 1B tepatnya di depan Pos Polisi Bandara Soekarno Hatta yakni mobil BMW dengan nomor polisi B 1845 VJ, mobil Daihatsu Every dengan nomor polisi B 2898 B, dan mobil Honda Freed dengan nomor polisi B 1156 BFX.

Tempat ketiga adalah area parkir inap Kawasan Soewarna dengan satu Mobil Pajero Sport nomor polisi L-1142-EA.

Setelah ditelusuri lebih dalam, Adi mengatakan, ada beberapa mobil yang memang tak bertuan seperti mobil Daihatsu Gran Max warna hitam dengan nomor polisi B 1849 NKT.

Mobil tersebut masuk ke area parkir sejak tanggal 25 April 2018 pukul 07.00 WIB dan sudah terparkir selama 12 bulan dengan estimasi biaya parkir sebesar Rp 96 juta.

"Mobil oleh yang tertera diregistrasi sebagai pemilik, diterangkan bahwa telah dijual dari tahun 2016 dan setelah proses jual beli, tidak lagi berhubungan dengan pembeli," kata Adi.

Kemudian mobil Toyota Corona warna hitam dengan nomor polisi DE 276 CA yang merupakan mobil milik mantan pejabat dari Provinsi Maluku Utara dengan inisial AR.

Mobil yang terparkir dari 20 April 2019 tersebut dikenakan estimasi biaya parkir sebesar Rp 79 juta.

"Mobil sudah diserahkan kepada keluarga di Jakarta untuk kemudian diparkirkan di Bandara Soetta karena keluarga kembali berdomisili di Maluku Utara," ujar dia.

Kemudian untuk mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi F 1043 CV yang masuk area parkir sejak 9 April 2019 pukul 04.13 WIB dikenakan estimasi biaya sebesar Rp 76 juta.

Pemilik dengan inisial AH mengaku menyewakan mobil dan oleh si penyewa ditinggalkan begitu saja di area parkir Bandara Soekarno-Hatta.

"Pemilik mobil telah bertemu dengan pengelola parkir untuk menyelesaikan masalah biaya parkir," ujar Adi.

Mobil keempat merupakan mobil BMW 320i Limited Edition Nomor Polisi B 1845 VJ yang masuk parkir sejak 5 Desember 2018 pukul 08.28 WIB dengan estimasi biaya parkir Rp 115 juta.

Adi mengatakan, pernah ada yang datang ke managemen parkiran dengan inisial JIS.

"Berdasarkan STNK yang dibawa oleh pengurus pemilik dari BMW B 1845 VJ atas nama pemilik AK, akan tetapi tidak pernah diurus kembali untuk pelunasan biaya parkir," tutur Adi.

Sedangkan mobil keenam merupakan mobil Suzuki Every No Pol B 2898 B yang sudah tidak diketahui data masuk area parkir karena pengelolan parkir berbeda.

Pengelola parkir saat ini yaitu PT Angkasa Pura Solusi menyampaikan mobil tersebut paling tidak sudah berada di area parkir selama 36 bulan dengan estimasi biaya Rp 280 juta.

"Berdasarkan data dari Samsat, pemilik dengan inisial AST yang menurut keterangan pemilik telah dijual 3 tahun yang lalu," ujar Adi.

Keenam merupakan mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar No Pol L-1142-EA yang terparkir sejak 13 Oktober 2018 pukul 05.00 WIB dengan estimasi biaya parkir Rp 80 juta.

"Berdasarkan data samsat, Pemilik atas nama FA, kendaraan status blokir lapor jual," kata dia.

Mobil terakhir dengan jenis Honda Freed Nopol B 1156 BFX. Petugas parkir tidak bisa memastikan kapan tepatnya mobil tersebut masuk parkiran Terminal 1 C karena pengelola parkiran berganti.

Perkiraan petugas parkir mobil tersebut sudah terparkir kurang lebih 2 tahun dengan estimasi biaya parkir sebesar Rp 170 juta.

"Berdasarkan hasil keterangan dari Samsat Polda Metro Jaya pemilik mobil adalah MHS dan status mobil tersebut telah diblokir atas permintaan pemilik," kata Adi.

Berdasarkan keterangan dari pemilik, mobil Honda Freed tersebut sebelumnya telah dipinjam saudaranya dua tahun yang lalu dan kemudian tidak diketahui keberadaannya.(*)

 

Sumber: tribunnews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1587821500153

Shelly, Tempatmu di Surga

DKI berkabung. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Almarhumah Shelly Zeindia Putri, pejuang melawan Covid-19, bertugas di garis depan sebagai AGD (Ambulance Gawat Darurat) Dinkes DKI, telah gugur sebagai kusuma dalam amuk Covid-19.

Sejak hadirnya covid di Jakarta, Maret lalu, Shelly langsung diterjunkan di garda terdepan. Berjuang menjemput orang positif dari rumah hingga membawa ke rumah sakit rujukan, ke RS Persahabatan, RSPI Sulianti serta Wisma Atlet.. silih berganti tanpa kenal lelah. Sembari dengan senyum memberi semangat!

Tapi, sejak pertengahan April ini, ia lelah. Namun terus berjuang. Hingga 16 April terpaksa harus dirawat di RS Tarakan. Ia terus bejuang melawan sakitnya, hingga tak kuat dan menghembuskan nafas terakhir tgl 19 April 2020 di RS itu juga.

Derai air mata menetes dari kawan kawan para perawat. Mengiringi kepergianmu, tapi, mereka tidak lemah tetap tegar. Percayalah Shelly, kawan kawan dan semua masyarakat Jakarta mendoakan kepergianmu sebagai pahlawan bersama para dokter dan perawat lainnya yang telah mendahului kita semua.

Shelly, takkala jenazahmu diangkut perlahan, memasuki ambulan, kawan kawanmu yang tetap memakai pelindung warna biru mereka tegar, begitu juga tunanganmu tetap tegar menganggapmu sebagai kekasih hingga di surga.

Percayalah Shelly, walau kepergianmu tanpa iringan keluarga dan kawan kawanmu hanya mampu berbaris di sisi jalan melepas ambulan mengantarmu
Keperistirahan terakhir, tapi do’a dari seluruh rakyat Jakarta dan Indonesia ini mengiringi kepergianmu, istitahat di surga dengan damai..angin selalu membawa doa untukmu..

Selamat jalan Shelly, engkau adalah pahlawan. Pejuang. kematianmu husnul khatimah. Kami percaya engkau mati syahid dan AllahSwt menempatkamu di Surga-Nya... Aamiin yra..
.
.
.
Mappa Manan

Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3140375249387172/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

polisi tangkap anggota geng motor medan

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan, Sat Sabhara dan Polsek Medan Baru mengamankan sekelompok geng motor di Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 5 orang dan 17 unit sepeda motor diamankan.

"Pada saat kami datang ke TKP, banyak dari mereka yang melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, di Medan, Jumat.

Hasil interogasi terhadap 5 orang yang berhasil diamankan, para anggota geng motor ini sengaja berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap anggota geng motor lainnya.

"Kita belum tahu apa nama geng motornya, kita masih mendalami semua. Mereka berkumpul untuk menyerang geng motor lainnya," ujarnya seperti dilansir Antara.

Dia mengimbau, bagi yang merasa kendaraan sepeda motornya diamankan, agar dapat mengambilnya kembali di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kendaraan tersebut.

"Bagi mereka yang ingin mengambil kendaraan mereka, silakan datang di Sat Lantas Lapangan Merdeka dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan," tutupnya

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1587648309835Ilustrasi Bandara (Grandyos Zafna/detikcom)

SitindaonNews.Com | Jakarta - Pemerintah memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter. Larangan ini merupakan tindak lanjut dari larangan mudik kepada masyarakat.

"Untuk sektor transportasi udara, pertama adalah larangan melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, baik menggunakan transportasi udara berjadwal maupun transportasi udara carter," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020).

Larangan ini akan berlaku mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 mendatang. "Berlaku mulai 24 April sampai dengan 1 Juni 2020," ujarnya.

Namun larangan ini dikecualikan untuk pimpinan atau lembaga tinggi negara RI dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian juga untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang terkena imbas virus Corona (COVID-19).

"Ketiga operasional penegakan hukum ketertiban dan pelayanan darurat serta untuk petugas penerbangan," tuturnya.

Pengecualian juga diberikan untuk angkutan kargo dan operasional lainnya atas seizin pemerintah dalam rangka mendukung penanganan COVID-19. Selain itu, untuk pengangkutan kebutuhan alat kesehatan dan logistik.

"Untuk navigasi ruang udara tetap buka artinya bahwa pelayanan navigasi pesawat yang overflight tetap buka. Buka 100 persen. Bandara juga beroperasi seperti biasa, di mana mereka wajib melayani pesawat yang take off landing dan melintasi bandara tersebut," pungkas Novie.

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

atek pencuri berasTRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFAAtek saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2020).

Kasus pencurian beras yang dilakukan Atek (40), warga Kota Medan, sempat viral di media sosial.

Himpitan ekonomi dan sulitnya mencari nafkah, membuat Atek nekat mencuri beras.

Saat ditemui Tribun Medan di kediamannya di Jalan Mawar Gg Banteng, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/4/2020), Atek mengaku curi beras untuk menyambung hidupnya.

Atek menuturkan, awalnya ia membeli mi instan di toko sembako tersebut.

Ketika itu, ia juga telah menggeser satu karung beras ke arah luar toko.

"Sudah beberapa hari saya tidak makan nasi lantaran hanya sanggup beli mi instan.

Jadi saya geser goni beras agar bisa dibawa, dan ketika hendak dibawa ternyata ketahuan. Jadi saya diamuk massa," ujarnya.

Beruntung nyawa Atek berhasil diselamatkan pihak kepolisian pada Minggu (19/4/2020) lalu.

Ia pun menjelaskan apa alasannya hingga nekat mencuri.

Alasan itu diterima oleh masyarakat sekitar, hingga kasusnya tidak berlanjut ke ranah hukum.

Pihak kepolisian sendiri merespons cepat kejadian tersebut.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing yang ditemui di Gedung Olah Raga, Jalan William Iskandar pada Selasa sore mengatakan, pada kasus itu pihaknya mendapat informasi pencurian. Kemudian pelaku dibawa ke polsek.

"Kami cek mau mengambil beras karena belum makan atau tidak makan selama beberapa hari. Kami juga berinisiatif karena situasi covid-19 seperti ini yang kita kedepankan sekarang ini kemanusiaan," ujarnya, Selasa (21/4/2020).

Menki begitu, lanjut Martuasah, hal itu pun tergantung keputusan korban.

"Kami bersyukur ternyata korban berkenan tidak buat laporan polisi dan berhasil dimediasi. Kemudian yang bersangkutan pulang ke rumah,” ujarnya.

“Saya juga dapat informasi bahwa kehidupan dia sangat susah. Kembali lagi bahwa kami Polri dalam situasi seperti ini kita harus betul-betul simpati dan mengutamakan kemanusiaan," ungkapnya.

Menurut Martuasah, pihaknya membantu meringankan beban Atek dengan memberikan sembako dan uang tunai.

"Tentunya harapan kami, bahwa apa yang kami berikan tidak banyak tapi bisa membantu untuk meringankan beban,” ujarnya.

“Terkait kasus kami sampaikan bahwa dalam hal penegakan hukum tidak dilihat dari satu sisi saja, akan tetapi kami lihat faktor lain, faktor sosial, hukum yang lain. Dalam situasi ini kami tidak memaksa untuk korban tidak melaporkan. Jadi, intinya kedua belah pihak sepakat utnuk berdamai dan tentunya proses penegakan hukum kami kesampingkan," katanya.

Pantauan Tribun Medan di kediaman Atek yang berada di Jalan Teratai Gang Mawar, Atek banyak mendapat bantuan pasca kejadian yang dialaminya.

Terlihat istri Atek pun berada di rumah. Sebelumnya Atek dikabarkan mengalami masalah rumah tangga, hingga istri dan ketiga anaknya menyewa rumah di kawasan Jalan Perjuangan II, Kecamatan Polonia.

Tidak hanya itu, anak sulung dari pasangan Atek dan Faridah ini terpaksa putus sekolah lantaran masalah ekonomi.

Pasca-mengalirnya bantuan dari sejumlah pihak, Atek bersama istri dan anaknya juga terlihat membagikan sumbangan yang didapatnya kepada tetangganya.

Terkait kasus kelaparan hingga nekat melakukan aksi pencurian, pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Medan Baru, mengimbau agar masyarakat lebih peka terhadap sesama tetangga.

"Kami mengimbau masyarakat tentunya dalam situasi covid-19 seperti ini, kami Polri bersama pemerintah baik itu kecamatan, Polsek Medan Baru untuk bisa bergotong royong. Karena itulah yang utama saat ini. Bagi masyarakat yang berkelebihan diharapkan membantu yang berkesusahan," sebutnya.

Lanjut Martuasah, pihaknya mengajak masyarakat khusunya Medan Baru untuk dapat menjaga suasana keamanan dan kenyamanan selama wabah Covid-19 berlangsung.

"Karena ini persoalan di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Ini saatnya kita bersama-sama menunjukkan karakter orang Medan yang saling tolong menolong. Kita jangan terpancing isu-isu hoaks yang bisa menyesatkan Medan," pungkasnya

Sumber: tribunnews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Sekedar mengingatkan utk kita semua.

Sehubungan dengan berkembangnya situasi saat ini, kedepan keamanan mungkin akan semakin kurang kondusif mengingat banyak org pengangguran krn di PHK dan dilepaskannya narapidana.

Maka itu kita harus saling menjaga dan mawas diri karena ekonomi semakin sulit sehingga banyak orang nekad.

Untuk itu diharapkan mulai saat ini kalau keluar kemanapun, agar :

1. Jangan memakai perhiasan asli atau imitasi.
2. Jangan memakai Jam tangan bermerek.
3. Jangan memakai tas tangan yang mencolok, khusus cewek dan usahakan sedapat mungkin jangan pakai tas tangan.
4. Jangan membawa HP di tangan dan terlihat, apalagi saat berkendaraan.
5. Pergunakan tempat yg aman untuk membuka hp, jangan sembarangan tempat.
6. Utk ibu2/anak perempuan dan orang tua, ketika keluar dari rumah usahakan tdk sendirian krn sangat rentan thd penjambretan.
7. Jangan bepergian pada jam/waktu saat sepi dari aktifitas.

*"INGAT.... KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KRN NIAT PELAKU... TETAPI KARENA ADA KESEMPATAN"*

Sekedar mengingatkan
Mohon maaf bila tak berkenan

Semoga seluruh keluarga besar kita aman dan terhindar dari berbagai musibah.Sehat kita selalu. 🙏🙏

Sumber: Group Medsos

0
0
0
s2sdefault

Login Form