fbpx

0
0
0
s2sdefault

c55e7ed7 7fcf 4316 88fe 63d85d0da66e 169Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

SitindaonNews.Com, || Warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah menyanyikan yel-yel mendesak pencabutan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pertambangan di desa tersebut, saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung pada Minggu (13/2).

Twitter resmi Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) menampilkan rekaman video warga beramai-ramai menyanyikan yel-yel 'Cabut IPL' di hadapan Ganjar Pranowo.

"Sekali lagi solusinya ya satu, hentikan dan batalkan rencana dan agenda penambangan andesit di Desa Wadas. Cabut IPL sekarang juga @ganjarpranowo," tulis keterangan video akun Twitter Gempa Dewa @Wadas_Melawan, seperti dikutip Senin (14/2).

Dalam video tersebut, Ganjar menemui sejumlah warga Wadas di Masjid Nurul Huda di dusun Krajan. Kedatangan Ganjar itu disambut warga dengan memberikan berbagai macam hasil bumi mereka.

"Warga menyambut Ganjar Pranowo dengan memberikan berbagai macam hasil bumi Wadas supaya paham bahwa dari hasil bumi Wadas yang melimpah, warga Wadas sudah sejahtera tanpa tambang," tulis Gempa Dewa dalam akun Twitternya.

Pertemuan itu dilakukan Ganjar untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada warga Wadas yang trauma akibat tindak kekerasan aparat kepolisian beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan itu, warga meminta Ganjar mengusut tuntas pengerahan aparat yang berlebihan, mengintimidasi, dan melakukan kekerasan terhadap mereka.

"Solusi yang warga Wadas minta dari Ganjar Pranowo yaitu hentikan tambang dan cabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) Wadas. Warga Wadas tetap konsisten menolak tambang di Wadas dan memperjuangkan alam Desa Wadas," tulis Gempa Dewa dalam akun Instagramnya, seperti dikutip Senin (14/2).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mendatangi Desa Wadas pada Minggu (13/2). Ia mengaku disambut baik dan menggelar dialog bersama warga ketika berkunjung.

Ganjar mengatakan kedatangannya ke Wadas untuk mendengar langsung suara warga Wadas. Ia berharap dialog yang dilakukannya bersama para warga bisa menemukan solusi terbaik bagi polemik yang menimpa wilayah itu.

"Insyaallah dialog siang hingga sore ini menjadi bekal saya berikhtiar mencari solusi terbaik bagi para sedulur di Desa Wadas," ungkap Ganjar dalam akun Twitter resminya @ganjarpranowo dikutip Senin (14/2).

Kendati demikian, Ganjar menyebut, diskusi dengan para warga masih belum menemukan titik terang. Ia pun berencana kembali ke Wadas sekaligus menginap di desa tersebut.

"Saya yakin rembugan hari ini belum memuaskan bapak ibu warga Desa Wadas. Begitupun saya, masih ingin mendengar lebih banyak lagi. Maka tadi saya minta izin jika dalam waktu dekat akan kembali lagi ke Wadas untuk menginap. Alhamdulillah diizinkan," tulis Ganjar.

Sumber: cnnindonesia

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

085ffb22 688a 4651 8275 958256132ddb 169Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Wavebreakmedia)

SitindaonNews.Com, || Majelis hakim menjatuhkan vonis mati terhadap tiga polisi dari Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut). Ketiganya yakni Wariono, Tuharno, dan Agung Sugiarto terbukti bersalah menjual barang bukti narkotika jenis sabu kepada pengedar dengan kesepakatan Rp1 miliar.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Salomo Ginting di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Kamis (10/2/2022).

Terdakwa Tuharno, Wariono dan Agung Sugiarto dinyatakan bersalah melanggar dakwaan Kesatu Primair Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Kedua Pasal 137 huruf b UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP dan Ketiga Pasal 137 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP

Dalam persidangan, majelis hakim juga menjatuhkan pidana mati terhadap dua terdakwa lainnya yakni Hasanul Arifin dan Supandi yang merupakan anak buah kapal pembawa sabu. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Kejari Tanjungbalai menuntut Tuharno dan Wariono dengan pidana mati. Sedangkan terdakwa Agung Sugiarto dituntut pidana penjara seumur hidup. Kemudian terdakwa Hasanul Arifin, Supandi dituntut dengan pidana mati.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Tanjungbalai, Dedy Saragih menyatakan menerima putusan majelis hakim.

"Kami terima dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kelima terdakwa," ucap Dedy.

Dalam kasus ini, delapan terdakwa lainnya yang juga merupakan personel Polres Tanjungbalai akan menjalani sidang putusan pada 14 Februari 2022 mendatang. Mereka antara lain Agus Ramadhan Tanjung, Khoiruddin, Syahril Napitupulu, Leonardo Aritonang, Hendra Tua Harahap, Josua Samaoso Lahagu, Kuntoro, dan Rizki Ardiansyah.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungbalai, kejadian bermula saat petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa melakukan patroli di Perairan Tangkahan Sei Lunang Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan, Rabu 19 Mei 2021 sekira pukul 15.30 WIB.

Di sana mereka menemukan Kapal Kaluk membawa narkotika jenis sabu-sabu seberat 76 kilogram dalam bungkus Teh Merk Guanyinwang dan Qing Shan. Barang haram itu dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari Perairan Malaysia.

Lalu Khoirudin melaporkan kepada Togap Sianturi selaku Kepala Sat Polairud Polres Tanjungbalai soal temuan itu. Togap memerintahkan Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga berangkat menuju lokasi Kapal Kaluk menggunakan Kapal Patroli Babin Kamtibmas.

Kemudian Leonardo Aritonang dan Sutikno menggunakan Kapal Sat Polair juga turun ke lokasi untuk membantu pengawalan. Lalu Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga, Leonardo Aritonang dan Sutikno menggiring kapal tersebut menuju Dermaga Pol Airud Polres Tanjungbalai.

Di tengah perjalanan menuju dermaga, Tuharno memindahkan 1 buah goni berisi 13 kilogram sabu dari Kapal Kaluk ke Kapal Babinkamtibmas. Selanjutnya Tuharno, Khorudin dan Syahril Napitupulu sepakat menyisihkan sabu-sabu sebanyak 6 kilogram untuk dijual.

Barang haram itu disembunyikan di kolong tempat duduk bagian depan Kapal Patroli KP II1014. Lalu Tuharno menghubungi Wariono dan menginformasikan temuan narkotika. Kemudian di dalam Kapal Patroli KP II 1014, Tuharno menyerahkan 6 kilogram sabu kepada terdakwa Wariono untuk dijual yang uang penjualannya akan dibagi-bagi sebagai uang rusa.

Wariono bersama Agung Sugiarto, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Joshua dan Kuntoro bertemua di belakang SMAN 2 di Jalan Pendidikan Kelurahan Pahan Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai dan membicarakan rencana menjual sabu-sabu.

Wariono menghubungi Tele (DPO) untuk menjual barang haram tersebut. Tidak lama kemudian Tele datang mengambil 1 kilogram sabu dari Wariono disaksikan Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Joshua, dan Kuntoro. Pada 26 Mei 2021, Wariono menerima uang pembayaran sabu sebesar Rp250.000.000.

Kemudian Wariono menyuruh Agung Sugiarto Putra menghubungi Boyot (DPO) untuk menjual sabu seberat 6 kilogram seharga Rp1.000.000.000. Namun Boyot baru menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp600.000.000. Belakangan, Polda Sumut mengendus terjadinya kejanggalan dan menangkap para personel kepolisian yang terlibat dalam transaksi barang haram itu

Sumber: cnnindonesia.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Sidang Man Batak Gembong NarkobaFoto: Budi/MetroDaily Persidangan kasus Man Batak saat berlangsung di Pengadilan Negeri Rantauprapat.

SitindaonNews.Com, || Bandar narkoba Irman Pasaribu alias Man Batak (40), dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana penjara seumur hidup dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Selasa (8/2/2022) siang.

Pantauan wartawan, sidang Perkara pidana nomor 806/Pid.Sus/2021/PN Rap itu, dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Delta Tamtama sebagai ketua majelis hakim.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maulitasari Siregar, Daniel Tulus M Sihotang dan Theresia Tarigan membacakan surat tuntutan secara bergantian di hadapan majelis hakim, Delta Tamtama, Welly Irdianto serta Hendrik Tarigan masing-masing hakim anggota, PP Ery Sugiarto, terdakwa dan penasihat hukumnya.

Sedangkan terdakwa Man Batak mengikuti sidang secara virtual dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Rantauprapat.

IP dijerat dalam Undang-Undang Tindak Pidana Narkotika dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), diyakini terbukti melakukan tindak pidana peredaran gelap narkotika dan pencucian uang, atau menukarkan hasil tindak pidana untuk kekayaan.

“Menuntut, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana narkoba dan pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, junto pasal 65 ayat (1) KUH Pidana,” sebut JPU Maulitasari membacakan tuntutannya.

JPU juga menuntut agar barang bukti uang Rp 500 juta, 5 unit mobil mewah di antaranya Jeep Rubicon, Pajero, CRV, XPander, L300 dan 14 sertifikat tanah dan bangunan dirampas untuk negara.

Sedangkan barang bukti sabu 5 Kg dan pistol jenis airsoftgun, dirampas untuk dimusnahkan.

Baca Juga : Rumah Riandi Kemalingan, Harta Rp25 Juta Raib. Penadah Barang Curian Berhasil Dibekuk

Menurut JPU, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara, menyatakan atas tindakan terdakwa telah banyak korban dan merusak generasi bangsa.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkoba,” sebut Maulitasari.

Setelah JPU membacakan tuntutannya, Ketua majelis hakim, Delta Tamtama menanyakan terdakwa apakah mendengar dan telah mengerti terhadap tuntutan JPU.

Terdakwa menyebut telah mengerti. Sedangkan PH terdakwa, Tengku Fitra Yuvina Rangkuti akan melakukan pembelaan.

“Terhadap tuntutan jaksa penuntut umum, kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Mohon waktunya supaya ditunda,” mohon Tengku Fitra.

Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Selasa 15 Februari 2022 pukul 11.00 WIB, dengan acara pembelaan dari terdakwa.

Informasi dihimpun, sebelumnya tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menangkap buronan kasus kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram, Irman Pasaribu, di Jalan Jenderal Sudirman Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (9/1) siang.

Tersangka ditangkap bersama istrinya, LY dan supirnya, KH, di dalam mobil dari arah Riau menuju Rantauprapat membawa sabu 5 bungkus (5 Kg). Namun Irman sempat kabur, Minggu (10/1) dini hari, ketika polisi melakukan pengembangan kasus.

Man Batak disebut salah satu gembong narkoba yang mengendalikan peredaran sabu di Kabupaten Labuhanbatu.

Terdakwa memiliki pangsa pasar narkoba yang luas melalui jaringan-jaringannya. Bahkan saking besarnya penghasilannya, terdakwa mampu mengumpulkan kekayaan puluhan miliar rupiah, puluhan ruko dan mobil-mobil mewah. (Bud)

Sumber: metrodaily.jawapos.com

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

06 02 37 pembunuhan ilustrasi 170206120543 350Pembunuhan - Ilustrasi

SitindaonNews.Com, || Pria berinisial NN (56 tahun) pelaku yang menusuk mantan istrinya yang juga guru SDN 032 Tilil Kota Bandung AR (48 tahun), Senin (7/2/2022) kemarin mengungkapkan alasan ia menusuk korban. Akibat penusukan tersebut, AR mengalami luka tusuk sedalam 9 sentimeter hingga ke jantung, paru-paru yang membuat meninggal dunia.

"Perselingkuhan, perselingkuhan guru (korban) dengan guru," ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (8/2/2022). Ia mengaku perselingkuhan tersebut terjadi saat ia masih menjadi suami korban namun belum bercerai sekitar 2007.

NN pun membantah jika alasannya menusuk korban karena tidak dilibatkan dalam proses pernikahan anaknya. "Bukan (karena pernikahan anak). Saya udah cerai mau bersatu lagi," katanya.

Saat ini ia mengaku tengah proses rujuk dan korban menyetujuinya. Namun ia mendengar informasi bahwa korban tengah bersama orang lain di salah satu hotel.

"Udah mau (rujuk) justru dia ngajak tapi ternyata kemarin dari kakaknya bilang sama anak saya. Saya di hotel sama ibunya. Saya merasa nggak di hotel," katanya. Ia pun menaruh curiga kepada korban namun saat ditanya tidak menjawab.

Terkait pisau yang digunakannya untuk menusuk korban, ia mengaku mendapatkannya saat hendak menuju ke sekolah korban. "Saya nemu pisau dari gerobak," katanya. Ia pun mengaku pernah dimediasi bersama korban dalam kasus perselingkuhan tersebut.

Kapolsek Coblong Kompol Nandang Sukmajaya mengatakan pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang dugaan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup. Sebab berdasarkan pemeriksaan pelaku sudah mempersiapkan aksi penusukan.

"Kalau berdasarkan fakta yang ada dan saksi dugaan kuat direncanakan karena sebelumnya sudah ada musyawarah keluarga difasilitasi sekolah tiga hari sebelumnya namun yang bersangkutan kurang puas akhirnya pada Senin menunggu di pintu luar menunggu korban masuk ke sekolah," ujarnya.

Sumber: republika.co.id

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1085806 720Tangkapan layar video yang diunggah oleh akun twitter milik Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti pada Rabu (2/2/2022), saat pesawat Susi Air dikeluarkan dari hanggar R.A Bessing Malinau. ANTARA/Adimas Raditya.

SitindaonNews.Com, || Pemerintah Kabupaten Malinau menanggapi somasi yang dilayangkan PT ASI Pudjiastuti atau Susi Air perihal pengusiran pesawat dari Hanggar Bandara R.A. Bessing. Isi somasi tersebut meminta pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf dan mengganti rugi Rp 8,9 miliar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus mengatakan pihaknya masih mempelajari poin-poin somasi yang diajukan Susi Air melalui kuasa hukumnya, Donal Fariz. Pemerintah akan menjawab somasi itu dalam waktu 3x24 jam.

“Untuk masalah ganti rugi, kami atas nama pemerintah daerah tidak bisa keluarkan uang dengan seenaknya. Ada mekanismenya dari lembaga yang berwenang,” ujar Ernes saat dihubungi pada Senin petang, 7 Februari 2022.

Ernes menyatakan pemerintah kabupaten akan berkomunikasi dengan kuasa hukum Susi Air. Ia berharap persoalan penyelesaian kontrak sewa hanggar tersebut tidak sampai naik ke proses hukum selanjutnya.

“Kami tidak akan bicara tentang pengadilan,” tutur dia.

Susi Air melayangkan somasi terhadap Bupati Malinau Wempi Welem Mawa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus sebagai buntut perkara pengusiran pesawat dari Hanggar Malinau. Donal Fariz mengatakan kliennya memberi waktu tiga hari untuk memenuhi somasi tersebut.

Somasi dikirimkan kepada dua pihak tersebut karena dinilai paling bertanggung jawab atas persoalan pengusiran Susi Air dari hanggar,” kata Donal.

Adapun berdasarkan surat somasinya, Susi Air meminta Bupati dan Sekda Malinau meminta maaf secara tertulis kepada manajemen atas tindakan pemaksanaan pengosongan hanggar dan pemindahan pesawat secara paksa. Manajemen juga menuntut ganti rugi oeprasional sebesar Rp 8,95 miliar.

Kerugian itu memperhitungkan biaya pembatalan penerbangan, maintenance atau perawatan, dan pemindahan barang-barang. Susi Air memberi waktu kedua pihak menjawab somasi tersebut dalam waktu tiga hari.

Donal menduga Pemerintah Kabupaten Malinau telah melanggar hukum lantaran melibatkan Satpol PP dalam upaya mengusir pesawat. Sesuai Pasal 1 angka 1 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi, Satpol PP, kata Donal, bertugas menjaga keamanan.

Sementara itu, Susi Air telah secara resmi bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Malinau untuk memperpanjang masa sewa selama tiga bulan untuk mempersiapkan pemindahan sebelum insiden penggusuran berlangsung. Di sisi lain, dia juga mensinyalir Satpol PP telah melanggar Pasal 210 juncto Pasal 344 huruf (a) dan (c) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Sumber: https: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 

3cbd74ed b415 4033 92c8 39adcc231b1c 169Ilustrasi membelok kiri langsung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

SitindaonNews.Com, || Membelok langsung ke kiri di persimpangan adalah kebiasaan lama yang secara garis besar sudah dilarang setidaknya 12 tahun. Catatannya, hal itu sebenarnya masih dilakukan namun hanya jika terdapat rambu lalu lintas yang menyatakan boleh demikian.

Belok kiri langsung bisa jadi bikin bingung banyak orang yang belum tahu aturan resminya, ini termasuk pengemudi senior yang tahu ketentuannya sudah berganti.

Awalnya membelok ke kiri boleh langsung diatur dalam aturan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan yang berlaku mulai 17 September 1993. Pada pasal 59 ayat 3 ditetapkan sebagai berikut:

"Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri."

Ketentuan membelok kiri boleh langsung seperti itu tidak lagi bisa dilakukan sejak Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terbit, yang berlaku mulai 22 Juni 2009.

Pada Pasal 112 ayat 3 di aturan itu ditentukan sebagai berikut:

"Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas."

Divisi Humas Polri menjelaskan saat ini membelok langsung ke kiri sudah tidak berlaku. Masyarakat diimbau selalu memperhatikan rambu lalu lintas.

"Bagi pengendara motor atau mobil mulai sekarang sebaiknya tidak langsung belok kiri ketika melewati persimpangan, lihat terlebih dahulu ada rambu atau imbauan untuk langsung atau harus berhenti menunggu lampu hijau menyala," tulis Divisi Humas Polri di Facebook, selengkapnya berikut ini:

26952176 2005526409476205 5494982746958414478 o

INGAT!!😉

Sekarang Belok Kiri Langsung Sudah Tidak Berlaku

Bagi pengendara motor atau mobil mulai sekarang sebaiknya tidak langsung belok kiri ketika melewati persimpangan, lihat terlebih dahulu ada rambu atau imbauan untuk langsung atau harus berhenti menunggu lampu hijau menyala. 

Namun, sekarang pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai Pasal 112 ayat 3 berbunyi pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung belok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.

Dahulu PP Nomor 43 Tahun 1993, Pasal 59 ayat 3 yang berbunyi “Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri”.

Bagi mitra humas yang sedang berkendara diimbau untuk selalu perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada yaaa ☺️😉😁

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

wawasanMindset rakus.

“ Di Indonesia ini ada yang paling aneh. Pemerintah bekerja membangun jalan dan bendungan, bandara, pelabuhan, IKN dinyinyirin terus. Teriak macam macam. Seakan kebodohan dan kesalahan ada pada pemerintah.

Jadi sebenarnya ini bukan lagi soal politik tetapi mental rakus. “

Tahu rakus itu apa ? Rakus adalah sifat yang ogah kerja keras, ogah berproses melewati hambatan, tetapi pengen dapatkan uang cepat. Engga penting uang itu dapat dari ngemis. Engga penting uang itu dari subsidi negara. Engga penting uang itu didapat dari korupsi, nipu atau modus. Apapun yang memberikan ilusi kemudahan jadi orang kaya pasti diikuti. Kalau ada yang sulit pasti dihindari.

Makanya jangan kaget akun selebritas paling banyak diikuti. Entah selebiritas panggung artis atau ustad atau pengkotbah. Semuanya heboh.

Akibat sifat rakus itu, batas orang baik dan jahat sulit sekali dibedakan. Karena semua mereka punya mindset sama. Sama sama pengen cepat kaya dan mudah. Kalau gagal, sama sama punya sifat ngeluh. Marah engga jelas. Nyeletuk perasaan irasional. Pemerintahlah engga adil. Orang kaya yang tidak mau berbagi.

Kemudian pasti berujung kepada agama. Jadi hakim soal dosa orang lain. Jadi hakim perlunya perubahan sistem.

Sementara mereka tidak kemana mana. Hanya berputar putar dari depan rumah dan dapur saja nunggu BLT pemerintah atau jamaah atau bouhier.

Kini di China banyak studio film dan TV yang sepi produksi. Akun seleb dan influencer sepi like. Karena pemerintah hapus fiture like.

Artis hanya boleh dapat honor maksimum 40% dari budget produksi. Tidak boleh jadi bintang iklan yang mempromosikan hedonisme. Kini rumah produksi dan studio kesulitan dapatkan artis.

Apakah mati bisnis hiburan? Tidak. By process terjadi transformasi. Yang tampil adalah mereka yang lulusan akademi teater. Film sudah jadi industri. Ukurannya bukan lagi cantik dan gateng. Tetapi passion orang terhadap pekerjaannya. Mereka pasti tidak rakus. Begitu cara China memerangi pengaruh buruk yang membuat orang rakus.

“ Orang gagal dan sukses itu hanya karena berbeda minset rakus. Orang sukses melihat pekerjaan adalah ibadah.

Sekeras apapun hambatan dan kesulitan, walau harus kerja diatas 10 jam tidak akan membuat mereka mengeluh.

Punya uang banyak mereka tetap sederhana. Selalu bersyukur setiap waktu.

Tetapi orang gagal, apapun dikeluhkan, termasuk pekerjaan dan rezeki yang tersedia. Kurang bersyukur. Selalu melihat rumput tetangga. Selalu menengadah keatas. ..

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20220206 WA0009Seorang pria lanjut usia bernama Oh Go Seng Sumber : The Strait Times

SitindaonNews.Com, || Seorang pria lanjut usia bernama Oh Go Seng mendadak menjadi perbincangan warganet, pasalnya Oh Go Seng ditemukan tinggal sendiri di hutan, Sungai Tengah, Singapura Barat.

Mengutip dari The Strait Times Minggu 6 Februari 2022, menuliskan seorang laki-laki lanjut usia tinggal seorang diri di Singapura selama lebih dari tiga dekade.

Diketahui bahwa Oh Go Seng hanya menggunakan sedikit tenda di hutan, hal itu membuat orang bertanya-tanya bagaimana caranya Oh Gong Seng bertahan hidup.

Selama tinggal di hutan, Oh Go Seng mengaku menanam sayuran sendiri seperti daun pandan, cabai, dan ubi. Sementara untuk membersihkan dirinya, Oh Go Seng memanfaatkan air kolam yang tidak jauh dari tendanya.

Untuk mengisi perutnya, Oh Go Seng rutin memasak bubur dengan menggunakan tungku api terbuka.

IMG 20220206 WA0010Ilustrasi hutan. Photo : dw

Menurut laporan pria berusia 79 tahun itu membangun tenda dengan menggunakan plastik, yang disangga dengan tongkat kayu sebagai tempat untuk berteduhnya.

Kehidupan Oh Go Seng yang dinilai jauh dari kehidupan modern, siapa sangka bahwa ia memiliki keluarga yang tinggal di Indonesia. Oh Go Seng mengaku bahwa dia memiliki seorang istri berusia 50 tahun dan seorang putri berusia 19 tahun yang keduanya tinggal di Batam, Indonesia.

Tidak lepas tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga, Oh Go Seng juga rutin mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya. Menurut pengakuannya, dia rutin mengirimkan 500 dolar Singapura atau setara Rp 5,4 juta perbulan.

Sumber: viva.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

facebook ceo mark zuckerberg 169Mark Zuckerberg terancam lengser dari deretan 10 orang terkaya dunia usai harga saham Meta Platforms turun US$31 miliar. (AP/Andrew Harnik

SitindaonNews.Com, || Mark Zuckerberg terancam lengser dari deretan 10 orang terkaya dunia usai harga saham induk perusahaan Facebook dan Instagram, Meta Platforms, menyusut US$31 miliar atau setara Rp445,78 triliun (kurs Rp14.380).

Dilansir dari CNN Business, saat ini Zuckerberg berada di urutan ujung ke-10 dari daftar orang terkaya versi Indeks Bloomberg Billionaires, hanya lebih kaya US$1 miliar dari Mukesh Ambani, miliarder asal India.

Pada Sabtu (5/2), indeks bergengsi tersebut mencatat kekayaan Zuckerberg senilai US$89,4 miliar, jauh di bawah taipan asal AS lainnya yang sebelumnya bersaing ketat dengannya, seperti Bill Gates, Warren Buffett, Jeff Bezos, hingga Elon Musk.

Kemerosotan kekayaan bos Instagram tersebut disebabkan keruntuhan saham Meta Platforms pada Jumat (4/2) karena kinerja keuangan kuartal keempat tahun lalu yang tak sesuai ekspektasi. Penurunan performa bisnis dikarenakan kompetisi bisnis yang semakin ketat.

Pengguna aktif harian Facebook di AS dan Kanada turun dibandingkan kuartal sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, penurunannya cukup signifikan. Sementara, pengguna aktif TikTok, pesaing Facebook malah meningkat tajam.

"Visi sepenuhnya masih jauh dari terwujud dan meski tujuan kami jelas, tapi jalan di depan tak menentu," katanya kepada para analis, dikutip Jumat (4/2).

Seperti diketahui, saham Meta Platforms terjun bebas 26 persen, kehilangan US$240 miliar atau Rp3.451 triliun dana dari investor pada Jumat lalu.

Zuckerberg yang memiliki 398 juta saham atau setara 14,2 persen saham Meta otomatis rugi besar.

Tak cuma saham Meta, saham-saham teknologi AS pun jatuh. Pelaku pasar menyebut kejadian ini sebagai fenomena tech bubble seperti dua dekade silam.

Pemicunya, rencana bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuan. Diketahui, saham-saham teknologi sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter.

Pelaku pasar percaya kenaikan suku bunga akan mempengaruhi strategi bertumbuh yang selama ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

20140507 120548 ilustrasi hipnotis gendam perampokIlustrasi hipnotis

SitindaonNews.Com - Remaja perempuan inisial NW (17) jadi korban hipnotis sejumlah orang di tempat asalnya, Purwodadi, Jawa Tengah.

Korban dibawa pelaku ke Kawasan Kota Tua, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (4/2/2022) kemarin.

Kanit Lantas Polsek Tamansari, Kompol Turyono menerangkan, korban bertemu dengan pelaku saat ingin berangkat kerja di daerah Purwodadi.

Pundak korban ditepuk pelaku hingga tidak sadarkan diri dan lalu dibawa ke Jakarta.

"Kemudian dia sampai di Mangga Dua, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, terus sama pelaku disuruh ngamen di Kota Tua," tuturnya, Sabtu (5/2/2022).

Setelah efek hipnotis menghilang, korban menyadari dirinya sudah di Jakarta dan hanya bisa menangis.

Tidak tahu harus ke mana, NW akhirnya mencari kantor polisi terdekat yaitu pos polisi lalu lintas di Jalan Kunir, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Polisi berpangkat melati satu itu yang sedang bertugas di lapangan mendapat laporan dari anggotanya.

Turyono bergegas menuju kantornya untuk mendengar kronologis secara langsung aksi hipnotis yang dialami remaja kelahiran tahun 2005 tersebut.

"Kami menanyakan alamat rumah dan nomor telepon keluarganya yang bisa dihubungi," ucap Kepala Unit Lantas Tamansari.

Remaja yang hampir menjadi tunawisma ini ternyata memiliki keluarga yang tinggal di kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Aparat kepolisian mengantar anak itu ke rumah bibinya supaya tidak menjadi korban eksploitasi anak.

"Anak itu senang sekali ketika kami antar ke rumah bibinya, rencananya akan dibawa pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah," katanya.

Sumber: tribunnews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Belajar ke China.

Banyak nitizen yang komentari saya terlalu menjadikan China sebagai contoh. Alasan saya sederhana. China penduduknya 5 kali lebih besar dari Indonesia. SDA China tidak lebih besar dari Indonesia. China menganut politik totaliteranian. Banyak hal yang saya tidak setuju dengan pembangunan China. Namun banyak juga saya setuju. Karena saya bukan akademis, saya terbiasa membaca realita yang ada dan mencari tahu dari orang orang yang mengalami realita itu. Mengapa begini? mengapa begitu. Itu sudah nature saya. Kan saya engga mungkin menjadikan Brunei atau Arab yang penduduknya lebih kecil dari Indonesia untuk hal yang berkaitan dengan social engineering.

Orang tua kami menasehati kami, banyak berjalan banyak dilihat. Lama hidup banyak dirasa. Banyak membaca, banyak paham. Artinya ilmu hikmah itu adalah pengalaman dan yang dialami.

Nabi pernah bersabda, “ Tuntutlah ilmu sampai ke negeri CHina. “ Tapi hadith ini dibantah sebagai hadith yang shohih. Alasannya Islam engga perlu belajar dari China dan lagi China itu komunis. Saya tidak akan berdebat apakah hadith itu salah atau benar. Karena sayapun saya tidak lahir di zaman Nabi. Berdebat soal dalil agama akan membuat saya semakin bego. Namun akal saya hanya melihat fakta sejarah. Dari memahami sejarah, kita akan sampai menemukan hikmah dibalik berbagai peristiwa.

Nabi Muhammad lahir di Mekah pada 570 dan wafat di Madinah tahun 632. Ketika Era Nabi, China berada di bawah Dinasti Tang yang kelak digantikan oleh Dinasti Song. Saat itu China mengalami Zaman. Keemasan” (Golden Age) karena maju pesat di berbagai bidang: pendidikan, seni, sastra, budaya, politik-pemerintahan, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya. Chang’an (kini Xi’an) sebagai ibu kota, menjelma menjadi kota kosmopolitan dan pusat peradaban yang masyhur kala itu. Banyak para sastrawan, sarjana, dan ilmuwan hebat lahir pada masa ini.

Bagaimana dengan sistem pemerintahan China ketika itu? Dinasti Tang menerapkan sistem pemerintahan terbuka. Hanya orang yang punya kapabilitas, kompetensi dan intelektualitas (bukan KKN) yang berhak duduk di pemerintahan. Proses seleksi sangat ketat dan terbuka. Pada Dinasti Tang pula sistem clearing perdagangan imbal beli dengan jaminan emas diperkenalkan keseluruh dunia. Yang menjadi mitra dagangnya seperti Arab, Persia, Maroko dan Afrika Utara dan Barat. Ini dihubungkan melalui Jalur Sutera (Silk Road). Untuk mendukung sistem perdagangan itu, Dinasti Tang menyediakan ribuan kapal dan pejelajah darat yang hebat. Juga menyediakan World trade Center bernama Fan Fang, untuk menampung para pedagang dan pelayar dari Timur Tengah dan Afrika ini.

Ketika itu Jeddah adalah pusat perdagangan dan pelayaran di Semenanjung Arabia. Kota pelabuhan ini ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai belahan dunia. Melalui mereka lah Nabi mendapat cerita kehebatan peradaban China. Mungkin alasan logis mengapa Nabi sampai mengeluarkan sabda bahwa tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kelak, setelah Rasul wafat , Khalifah Usman bin Affan, menunjuk Sa’ad bin Abi Waqash pahlawan penakluk Persia untuk memimpin delegasi kaum Muslim ke China guna menjalin persahabatan dengan Dinasi Tang. Bahkan konon beliau wafat dan dimakamkan di China.

Ketika Arab masih era Jahiliah, Eropa masih gelap dan kelaparan, China sudah mengenal baju sutera dan tekhologi baja. Organisasi pemerintahan yang tertip. Artinya mereka lebih dulu mengenal peradaban modern. China sekarang adalah China yang bangkit dari sejarah lama dan belajar dari hal yang baik dimasa lalu dan memperbaiki hal yang buruk. Dan lagi Komunis di China baru ada di era Mao sampai sekarang. Namun itupun komunis China tidak mengubur budaya mereka. Mereka besar karena budayanya, bukan karena komunis. Lantas apa salahnya kitapun belajar dari China? Tentu untuk hal yang baik.

Oleh: Wawan Suwandi

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1317125818788261&id=100014725653904

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1643701676710Ilustrasi ayam terkapar kalah tarung yang tidak dipedulikan lagi.

SitindaonNews.Com, || Ayam ini bernilai ratusan juta. Setiap kali memenangkan pertarungan, akan ada pendukung yang merawatnya dengan baik. Dan banyak orang memuji ayam hebat ini. Tapi kali ini dia kalah dalam pertarungan, semua sia-sia dia tidur di tanah tanpa ada yg perduli. 

Begitu juga dengan hidup kita, ketika kita hebat, berjaya dan ada manfaat ada banyak orang yg sayang dan menyanjung kita, tetapi ketika kamu sudah tidak bermanfaat, jatuh tersungkur, kamu di buang seperti ayam ini..!

Kehidupan tidak pasti, saat senang kita di sanjung, saat terpuruk kita di buang. Ingatlah selalu, "Tidak semua orang yang tertawa bersamamu adalah TEMAN"

0
0
0
s2sdefault