fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200721 105938

"Yang bersangkutan masih dalam perawatan di RS. Belum tuntas (pemeriksaan). Yang bersangkutan sakit"

SitindaonNews.Com | Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan pemeriksaan terhadap Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait pemberian keistimewaan terhadap buronan Joko Tjandra masih belum rampung dilakukan  karena yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit.

"Yang bersangkutan masih dalam perawatan di RS. Belum tuntas (pemeriksaan). Yang bersangkutan sakit," kata Brigjen Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

Penyidik masih menunggu kondisi kesehatan Prasetijo membaik untuk melanjutkan pemeriksaan.

"Kalau dia sudah baikan, sehat, tentunya akan di BAP (berita acara pemeriksaan) lagi," tuturnya.

 

Buah Segar Indonesia  by BUGARINDO

IMG 20200721 111948

Dari hasil investigasi Tim Khusus Bareskrim bersama Div Propam Polri, diketahui Brigjen Prasetijo Utomo berangkat satu pesawat dengan buronan Joko Tjandra ke Pontianak, Kalimantan Barat.

"Yang bersangkutan membuat surat izin sendiri menuju Pontianak. Dan info yang kami dapatkan, yang bersangkutan langsung dalam satu pesawat dengan DPO (Joko Tjandra)," katanya.

Prasetijo telah dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dan digeser ke bagian Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan.

Mutasi jabatan itu buntut dari penerbitan surat jalan oleh Prasetijo untuk Joko Tjandra. Prasetijo dinilai telah melakukan hal yang melampaui kewenangannya.

Dari hasil penyelidikan, Prasetijo diketahui mengeluarkan surat jalan bagi Joko Tjandra itu atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan.

Tak hanya itu, pemberian surat keterangan sehat bebas COVID-19 untuk Joko juga melibatkan Prasetijo.

Sumber:  antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200721 103620

"Saya jujur saja pak jaksa di forum pengadilan ini saya menyampaikan bahwa saya menerima uang 15 ribu dolar Singapura itu fakta dan saya harus bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum"

SitindaonNews.Com | Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengakui menerima uang 15 ribu dolar Singapura dari kader PDIP Saeful Bahri melalui perantaraan Agustiani Tio Fridelina.

"Saya jujur saja pak jaksa di forum pengadilan ini saya menyampaikan bahwa saya menerima uang 15 ribu dolar Singapura itu fakta dan saya harus bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum," kata Wahyu dalam sidang pemeriksaan terdakwa secara virtual di Jakarta, Senin.

Dalam perkara ini, Wahyu dan Agustiani didakwa menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Harun Masiku agar mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) 1 kepada Harun Masiku. Wahyu juga didakwa menerima suap Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Baik Wahyu maupun Agustiani tidak hadir di persidangan tersebut. Hanya majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU) KPK dan pengacara kedua terdakwa yang hadir secara fisik di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

"Tapi bila pertanyaannya terkait apa, sebenarnya itu tidak terkait dengan permintaan PDIP karena surat PDIP itu memang tidak mungkin dilaksanakan," ujar Wahyu menambahkan.

Dalam dakwaan disebut, uang diserahkan pada 17 Desember 2019 dari Harun Masiku kepada Saeful Bahri sebesar Rp400 juta. Selanjutnya ditukarkan menjadi 20 ribu dolar Singapura untuk diberikan kepada Wahyu sebagai "down payment".

Uang diberikan kepada Wahyu melalui Agustiani sedangkan sisa uang dari Harun dibagi rata Saeful dan penasihat hukum PDIP Donny Tri Istiqomah masing-masing Rp100 juta.

"Pada waktu itu seingat saya konteksnya adalah Bu Tio menawarkan ke saya ada dana operasional pada 17 Desember 2019, seingat saya Bu Tio pernah menyampaikan dana dari Saeful," ucap Wahyu.

"Kami mohon terdakwa jelaskan dengan jujur!" kata JPU KPK Ronald Worotikan menegaskan.

"Dana operasional bukan berasal dari saya tapi dana operasional yang menyampaikan bu Tio, beberapa menit sebelum terima uang dari Bu Tio, saya ketemu Saeful di Pejaten Village," jawab Wahyu.

"Di BAP saudara mengatakan 'Selanjutnya saya mengetahui perwakilan PDIP Donny, Tio dan Saeful mendekati saya agar Harun dapat menggantikan Riezky, saat itu Donny mengatakan ada dana operasional yang tidak terbatas tapi saya tidak ingat kapan penyampaiannya di kantor saya', apakah ini benar?" tanya jaksa Ronald.

"Betul," jawab Wahyu.

"Sering dapat dana dari partai?" tanya jaksa.

"Selama ini tidak ada dana operasional dari partai tapi kami memang kita sering memroses surat, saya berniat bagaimana tidak menggunakan uang itu supaya saya tidak terima uang itu," jawab Wahyu.

Terkait perkara ini, Saeful Bahri sudah divonis 1 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denga Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan sedangkan Harun Masiku masih berstatus buron.

Sumber:antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
IMG 20200721 082312
 
"Kalau ada oknum yang terlibat kita tindak. Bisa hukuman berat dipecat atau cabut jabatan fungsional "

SitindaonNews.Com | Tim Intelijen dan Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau menggali informasi dari lima jaksa yang diduga mengetahui dugaan kasus pemerasan terhadap puluhan kepala sekolah SMP di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hingga akhirnya mereka mengajukan pengunduran diri.

"Kalau ada oknum yang terlibat kita tindak. Bisa hukuman berat, dipecat atau cabut jabatan fungsional," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mia Amiati dalam keterangan pers di Gedung Kejaksaan Tinggi Riau, Pekanbaru, Senin.

Meski begitu, Mia mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah ada oknum Korps Adhyaksa yang terlibat dalam perkara tersebut.

Sedikitnya, lima jaksa dari Kejaksaan Indragiri Hulu yang telah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan pada Kamis malam (16/7) hingga Jumat dinihari keesokan harinya. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Raharjo Budi Kisnanto yang langsung mengawasi pemeriksaan tersebut.

"Kami harus dalami dulu. Belum selesai. Kalau sebut orangnya kan itu kami gegabah. Pada intinya mereka sudah diperiksa. Bahkan tim kami sampai menginap di kantor," ujarnya.

Usai pemeriksaan internal, Mia mengatakan pemeriksaan masih dilanjutkan pada hari ini dengan memanggil belasan orang di antaranya Kepala SMP Negeri Indragiri Hulu, bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan juga Inspektorat Pemkab Indragiri Hulu.

Pemeriksaan masih akan terus berlanjut mengingat pimpinan pusat juga tengah menunggu laporan akibat isu-isu, kata dia.

Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto juga mengatakan pemeriksaan perkara itu masih terus berlangsung. "Dari sisi staf Kejaksaan bahwa mereka tidak pernah menerima. Tapi akan kami dalami terlebih dahulu. Termasuk siapa yang mengumpulkan uang atau ada pihak yang mengatasnamakan kejaksaan kita dalami juga," ujarnya.

Dia juga menjelaskan jika Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau pada hari ini telah mendatangi kejaksaan. Ia menjelaskan inti pertemuan itu adalah bahwa bendahara sekolah menginginkan agar adanya pendampingan dari kejaksaan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk dana BOS.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Taufik Tanjung, mengatakan total ada 11 kepala SMP Negeri asal Inhu yang dipanggil Kejaksaan. "Resminya ada enam Kepsek yang sudah dimintai keterangan. Nanti ada lima lagi. Jadi keseluruhan 11," kata Taufik.

Taufik menjelaskan, dugaan pemerasan itu sejatinya telah terjadi sejak 2016 lalu. Modusnya adalah adanya LSM Tipikor Nusantara menyurati para kepala sekolah terkait penggunaan dana bos. Mereka mengancam akan melaporkan dugaan penyalahgunaan dana BOS ke kejaksaan.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
Screenshot 20200720 234300
"Mereka ini perompak di laut yang banyak meresahkan saudara-saudara kita para nelayan "
 
SitindaonNews.Com | Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolair) Polda Metro Jaya menangkap empat orang diduga perompak nelayan di perairan Jakarta selama dua tahun terakhir dengan perkiraan kerugian hingga Rp10 miliar.


"Ini keberhasilan Ditpolair mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan atau perompak. Mereka ini perompak di laut yang banyak meresahkan saudara-saudara kita para nelayan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Metro Jaya, Jakarta Utara, Senin.

Penyidik Polairud kemudian memeriksa keempat tersangka dan diperoleh pengakuan awal bahwa kelompok ini sudah beraksi selama dua tahun terakhir.

"Dari kurun waktu dua tahun, mereka melakukan hampir setiap minggu sekali bahkan ada yang dua kali melakukan. Sasarannya adalah para nelayan," kata Yusri.

Pihak kepolisian memperkirakan nilai kerugian yang disebabkan oleh para tersangka ini jika dijumlahkan mencapai miliaran rupiah.

"Kerugian yang disebabkan kepada para nelayan sekitar hampir kurang lebih Rp10 miliar kalau kita hitung semuanya," ujarnya.

Komplotan ini beraksi dengan mengincar kapal yang baru selesai melaut dan ingin kembali ke darat. Setelah menemukan sasarannya, komplotan ini kemudian mencegat kapal itu mulai melancarkan aksinya.

"Modus operandinya memberhentikan kapal nelayan dan diambil hasil tangkapannya dan uang. Diancam dengan senjata api dan senjata tajam yang ada," tambahnya.

Yusri mengatakan kelompok ini tidak hanya menjarah ikan hasil tangkapan serta uang hasil penjualan, kelompok ini bahkan mengambil paksa bahan bakar yang ada di kapal incarannya.

Jadi bukan hanya ikan dan uang saja, bahkan BBM (bahan bakar minyak) nelayan pun dijarah mereka," kata Yusri.

Barang bukti kejahatan yang berhasil diamankan antara lain ikan hasil jarahan, uang tunai, senjata rakitan, airsoft gun, senjata tajam jenis kapak, badik dan parang serta beberapa jeriken berisi BBM hasil jarahan.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 365, 368 dan UU Darurat nomor 12 tahun 2001 dan UU 45 tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sumber: .antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200720 161050

SitindaonNews.Com | Media sosial dihebohkan dengan salah satu unggahan yang menyebutkan bahwa mahasiswa yang lolos Seleksi Mandiri (SM) di Institut Teknologi Bandung (ITB) wajib melampirkan Jaminan Kemampuan Keuangan (JKK) untuk biaya pendidikan.

Tak tanggung-tanggung dalam persyaratan tersebut, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi diminta memberi jaminan dalam bentuk rekening bank milik orang tua atau penanggung jawab biaya pendidikan dengan nominal minimum Rp 100 juta.

"SM ITB SKRG ADA UANG PANGKALNYA!!!! Ya Allah uang pangkal SBM 40 juta, selain SBM 25 juta. Harus nyantumin rekening orang tua dengan nominal minimum 100 juta. KENAPA BARU DIUPDATE SKRG WOIII!! GUA UDAH DAFTAR DAN GA AKAN AMBIL," tulis pengguna Twitter, @mudirans atau Muhammad Dwi Iranto, pada Sabtu 18 Juli 2020.

Dalam unggahannya, dilampirkan tangkapan layar website ITB tentang informasi tersebut. Calon mahasiswa diminta mengunggah salinan bukti rekening pada saat pelaksanaan pendaftaran mahasiswa baru ITB 2018.

Dwi mengungkapkan ia tertarik mengikuti Seleksi Mandiri ITB lantaran biaya pendidikannya yang hanya mewajibkan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), tanpa uang pangkal. Namun hanya lima hari sebelum penutupan pendaftaran, ternyata ada perubahan kebijakan yang mewajibkan lampiran jaminan kemampuan keuangan tersebut.

"Makanya saya kecewa sekali dengan perubahan yang begitu mendadak, serta sudah byk juga yang mendaftar jalur ini karena tertarik oleh biaya pendidikan yg hanya UKT saja tanpa uang pangkal. Awalnya saya sanggup dan akhirnya mendaftar karena belum ada kebijakan baru ini," cuitnya.

Saat ini dalam website resmi SM ITB, syarat JKK telah diubah. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diwajibkan mengunggah Surat Pernyataan Kemampuan Pembayaran atau Uang Kuliah Tunggal Selama Masa Studi. (ren)

Sumber: .viva.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200720 144358

SitindaonNews.Com | Seorang warga Iran, yang diduga menjadi mata-mata badan intelijen Amerika Serikat dan Israel, dieksekusi mati, Senin, demikian laporan kantor berita IRIB.

Pengadilan di Iran pada bulan lalu memutuskan Mahmoud Mousavi-Majd, yang ditangkap pada 2018, telah memata-matai mantan komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani. Majelis hakim menyebut aksi mata-mata itu tidak terhubung dengan insiden tewasnya Soleimani pada awal 2020.

Soleimani, pemimpin pasukan khusus Quds, Garda Revolusi Iran, tewas akibat serangan pesawat nir-awak
(drone) di Irak pada 3 Januari. Amerika Serikat menuduh Soleimani mendalangi serangan sejumlah milisi di kawasan.

Eksekusi itu dilakukan saat jutaan warga Iran memprotes hukuman mati yang dijatuhkan terhadap tiga pria karena mereka diduga terlibat pada aksi protes anti-pemerintah November 2019.

Hukuman mati terhadap tiga pria itu telah ditunda, kata salah satu pengacara mereka, Babak Paknia, Minggu (19/7).

Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengatakan vonis mati itu bertujuan mengintimidasi pengunjuk rasa lain di masa depan.

Sejumlah saksi mengatakan aparat keamanan menembakkan gas air mata, Kamis (16/7), untuk membubarkan massa aksi di Kota Behbahan di wilayah barat daya Iran. Massa memprotes kesulitan ekonomi yang mereka hadapi dan menolak vonis mati terhadap tiga pengunjuk rasa.

Sebuah slogan dalam Bahasa Farsi yang berbunyi "Jangan Eksekusi Mati" telah diunggah sebanyak jutaan kali minggu lalu.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200720 102245 Sejumlah warga saat berbelanja tanpa memakai masker di Pasar Kemiri, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7). Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan sanksi denda kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum dan akan diberlakukan mulai Senin (27/7) mendatang. Republika/Putra M. Akbar

SitindaonNews.Com | Aparat Satpol PP Kota Depok akan melakukan penilangan dan sanksi denda Rp 50 ribu bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker. Kebijakan itu dibuat berdasarkan Peraturan Wali Kota Depok No. 45 tahun 2020 dan Hasil Rapat Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok tentang Gerakan Depok Bermasker.

"Kami akan mulai melakukan sosialisasi Gerakan Depok Bermasker pada Senin (20/7). Setelah itu pada Kamis (23/7) baru kami akan lakukan penilangan  dan saksi denda Rp 50 ribu bagi warga yang kedapatan tidak bermasker di tempat umum," ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda  Ratnanurdianny di Balai Kota Depok, Senin (20/7).

Dia menambahkan, proses tilang berdenda ini akan diberikan kwitansi. Tapi, untuk warga tak bermasker yang sedang makan, berpidato dan berolahraga tidak di razia.

"Dana denda akan masuk ke kas daerah sesuai peraturan. Jadi, supaya tidak terkena denda dan bisa melindungi diri serta keluarga, mari kita selalu menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan jangan lupa menggunakan masker saat beraktivitas keluar rumah," harap Lienda.

Menurut juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana, pihaknya mulai Senin 20 Juli hingga Rabu 22 Juli 2020 akan menggelar Gerakan Depok Bermasker yang akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga Selesai.

"Hal ini dilakukan untuk menggalakkan kembali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan penggunaan masker di Kota Depok sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru," tuturnya.

Dadang mengungkapkan, Gerakan Depok Bermasker ini akan dilakukan secara serentak di ima titik yakni di Simpang Pasar Musi, Simpang KSU Sukmajaya, Simpang Juanda, Simpang Ramanda dan Simpangan Tugu Jam Siliwangi Pancoran Mas.

"Gerakan Depok Bermasker ini akan diisi dengan aksi simpatik, sosialisasi terkait penggunaan masker dan edukasi PHBS. Setalah itu, pada Kamis (23/7) baru kami akan lakukan razia bagi warga yang tak bermasker dengan denda Rp 50 ribu," tegasnya.

Sumber" republika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200720 083133Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Selatan,(Foto: cpf.navy.mil)

SitindaonNews.Com | Keperkasaan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di perairan Laut China Selatan sepertinya hanya sebuah cerita belaka, buktinya China sama sekali tak berkutik menyaksikan segerombolan kapal perang dan dua kapal induk Amerika Serikat (AS) bermanuver di atas perairan yang diklaim 90 persen masuk dalam peta Tiongkok itu.

Hari ini, kekuatan Angkatan Bersenjata AS kembali menunjukkan taringnya di Laut China Selatan. Dua kapal induk AS, USS Nimitz Carrier Strike Group (CSG) dan USS Ronald Reagen CSG, beserta sejumlah kapal perusak rudal AS lainnya tetap melanjutkan latihan high end duel carrier di perairan Laut China Selatan.

Tidak tanggung-tanggung, AS mempertontonkan kekuatan tempur angkatan lautnya di depan mata pasukan militer Xi Jinping. Mereka menerjunkan Nimitz Carrier Strike Group yang terdiri dari kapal induk USS Nimitz (CVN 68), Carrier Air Wing (CVW) 17, kapal penjelajah rudal berpemandu USS Princeton (CG 59), kapal perusak rudal USS Sterett (DDG 104) dan USS Ralph Johnson (DDG 114) sekaligus hari ini di wilayah sengketa Laut China Selatan. Kekuatan tempur AS itu dikerahkan dengan dalih melakukan operasi keamanan maritim dan upaya kerja sama keamanan teater Laut China Selatan.

“Grup Pemogokan Nimitz dan Reagan Carrier beroperasi di Laut Cina Selatan, di mana pun hukum internasional mengizinkan, untuk memperkuat komitmen kami pada Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sebuah peraturan berdasarkan aturan internasional, dan kepada sekutu dan mitra kami di kawasan ini,” kata Komandan Nimitz Carrier Strike Group, Laksamana Muda Jim Kirk dikutip VIVA Militer dari cpf navy, Jum’at, 17 Juli 2020.

“Keamanan dan stabilitas sangat penting untuk perdamaian dan kemakmuran bagi semua bangsa, dan untuk alasan itulah Angkatan Laut AS telah hadir dan siap di Pasifik selama lebih dari 75 tahun,” tambahnya.

Lebih jauh Laksamanan Kirk menjelaskan, USS Nimitz dan Ronald Reagan CSGs telah mengangkut lebih dari 12.000 pelaut dan marinir dalam kegiatan latihan pertahanan udara taktis untuk menjaga kesiapan dan kemahiran berperang. Kekuatan pemogokan dua kapal induk itu melatih kesiapan tertinggi untuk memastikan daya tanggap terhadap segala kemungkinan situasi melalui proyeksi daya.

Kendati demikian, Kirk tetap tidak menjelaskan secara spesifik bahwa pengerahan kekuatan tempur AS itu di Laut China Selatan itu secara khusus dilakukan untuk menghadapi kekuatan militer PLA yang belakangan ini telah membuat gerah sejumlah negara di sekitar Indo-Pasifik.

“Kehadiran dua operator di Laut Cina Selatan tidak menanggapi setiap peristiwa politik atau dunia tertentu, tetapi merupakan bagian dari integrasi reguler untuk melatih dan mengembangkan interoperabilitas taktis. Selama lebih dari 75 tahun, Angkatan Laut AS telah mengoperasikan beberapa operasi kekuatan serang kapal induk di kawasan ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu ketegangan di sekitar Luat China Selatan meningkat ketika tentara PLA melakukan latihan militer selama lima hari berturut-turut di Kepulauan Paracels yang diklaim oleh Vietnam sebagai wilayah negara Vietnam.

Protes keras disampaikan oleh Vietnam di forum ASEAN. Vietnam menuding China telah memprovokasi negara-negara yang berada di wilayah Indo-Pasifik karena telah melancarkan latihan militer di Pulau Paracel. Tidak hanya Vietnam, Filipina pun ikut mengecam kegiatan militer China itu di Laut China Selatan. Menurut Filipina, kegiatan militer China itu sebagai salah satu upaya China untuk menggencarkan klaim terhadap wilayah perairan China kepada negara-negara tetangga yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Latihan militer China itu kemudian direspon oleh Amerika Serikat (AS). Selang satu hari setelah latihan militer China digelar, dua kapal induk AS secara tiba-tiba meringsek masuk ke perairan Laut China Selatan dengan dalih melakukan latihan militer serta melakukan operasi menjaga keamanan di kawasan jalur perairan internasional.

Militer China benar-benar tidak berkutik dibuat AS. Kehadiran armada tempur AS di Laut China Selatan telah membangkitkan perlawanan negara-negara di Indo-Pasifik untuk menghadapi China. Bisa dikatakan China hari ini dikeroyok oleh negara-negara sekutu AS yang berada di wilayah Laut China Selatan. Vietnam, Brunai Darussalam, Australia, Filipina, dan Malaysia semua kompak mengutuk keras upaya klaimisasi yang dilakukan oleh Beijing terhadap wilayah Laut China Selatan.

Sumber: suaraharian.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200718 135805

 

SitindaonNews.Com | Crew Dragon direncanakan akan kembali dari ruang angkasa bulan depan. Kapsul antariksa yang dibawa roket SpaceX ke luar angkasa ini sebelumnya mengangkut dua astronot NASA, Bob Behnken dan Dough Hurley pada Mei lalu.

Mengutip Tech Crunch, Sabtu, 18 Juli 2020, Perwakilan Urusan Publik Johnson Space Center NASA, Kyle Herring yang pertama kali membocorkan rencana itu. Dalam tweet-nya, dia mengatakan perjalanan tersebut ditargetkan terjadi pada 2 Agustus mendatang, walaupun akhirnya mengklarifikasi bila masih banyak yang harus dilakukan sebelum pulang ke Bumi.

Namun, akhirnya NASA mengonfirmasi informasi tersebut. Lembaga tersebut mengatakan, jika direncanakan Crew Dragon akan berangkat ke Bumi pada 1 Agustus dan pendaratan dilakukan esok harinya.

Sejak diluncurkan Mei lalu, Crew Dragon saat ini masih diparkir di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. NASA sendiri berencana menjaga pesawat dan astronot sementara waktu di sana, tergantung pada kebutuhan misi di stasiun.

Screenshot 20200718 135724

Selama di ISS, kedua astronot telah mengambil bagian dalam sejumlah pekerjaan ilmiah dan pemeliharaan sejak kedatangan. Contohnya, Behnken yang melakukan tiga kali spacewalk dan sekali lagi pada pekan depan.

Penerbangan dua astronot NASA ini adalah perjalanan pertama Crew Dragon. Penerbangan ini bukan peluncurkan operasional resmi kru ISS, namun adalah misi demonstrasi.

Perjalanan Mei lalu ke ISS bukanlah tanpa hambatan. Percobaan pertama pada 27 Mei lalu gagal lepas landas karena masalah cuaca, dan baru 30 Mei Hurley dan Behnken berhasil meninggalkan Bumi.

Administrator NASA, Jim Bridenstine  mengatakan bahwa rencana perjalanan pulang Behnken dan Hurley itu juga bergantung pada cuaca nantinya. Tapi, kemungkinan perjalanan pulang Agustus nanti lebih lancar. Sebab, bulan itu keadaaan angin cenderung tenang.

Sumber: viva.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200718 113244

 

SitindaonNews.Com | Perusahaan pembuat sepeda Brompton Bicycle Inggris mencari salah satu sepeda yang dikabarkan sempat terlacak tengah dijual di sebuah situs jual-beli Indonesia pada akhir Juni ini.

Hal ini kemudian membuat geger komunitas sepeda Brompton Indonesia, karena sepeda curian tersebut adalah satu dari 1.000 sepeda yang khusus diproduksi Brompton untuk program "Wheels for Heroes" (WFH) dan seharusnya tidak diperjualbelikan.

Dikutip dari surat Brompton untuk komunitas pemilik sepeda Brompton di Indonesia, Brompton Owner Group Indonesia (BOGI), Brompton Inggris mengatakan, iklan sepeda WFH yang teridentifikasi tersebut bukan dari penjual resminya di situs jual-beli.

"Kami hendak memberikan pengumuman bahwa sepeda yang diiklankan di Indonesia tersebut adalah sepeda curian dari seorang pekerja kesehatan di Inggris," tulis Brompton dalam surat tersebut, diwakili Senior Asia Marketing Executive Brompton, James Ku.

Sebanyak 1.000 Brompton WFH itu diproduksi melalui aksi penggalangan dana untuk kemanusiaan dan ditujukan bagi pekerja medis di Inggris. Sekarang, sepeda curian tersebut kini sudah didaftarkan dalam daftar sepeda curian di Inggris.

"Kami memohon kepada komunitas pengguna Brompton, termasuk di Indonesia, untuk bisa memberikan informasi lebih jauh mengenai kejadian ini," kata Ku.

"Brompton berharap dapat mendapatkan kembali sepeda tesebut untuk kembali dipakai oleh mereka yang berhak, yakni para pekerja kesehatan di Inggris," ujarnya melanjutkan.

Surat itu kemudian ditutup dengan permintaan dukungan dari para anggota komunitas Brompton di Indonesia. "Kami berharap pesan ini dapat disebarluaskan melalui jejaring media sosial komunitas yang ada, termasuk di komunitas BOGI dan Brompton Explore."

Banyak komentar yang dituangkan melalui unggahan tersebut oleh para anggota komunitas. Banyak di antaranya yang menanyakan soal iklan mana yang dimaksud oleh Brompton, karena jejak unggahan iklan itu belum teridentifikasi.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200717 133142CEO Start-up Nigeria, Fahim Saleh ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi di apartemennya di New York AS [CNN]

SitindaonNews.Com | Fahim Saleh masih kelas 5 ketika ia menjalankan bisnis pertamanya dan kelak menjadi bos startup terkenal. Dia dan temannya menjual permen yang mereka beli secara grosir di toko lokal taman bermain sekolah mereka di bagian utara New York.

Setelah tiga minggu kepala sekolah menutup bisnis mereka, tetapi pada saat itu mereka sudah mendapatkan US$150, ia menceritakan dalam sebuah video tahun lalu.

Lebih dari 20 tahun setelahnya dengan beberapa startup teknologi yang sukses, kehidupan pengusaha berusia 33 tahun itu berakhir pada Selasa, 15 Juli 2020, ketika ia ditemukan tewas dimutilasi di apartemen mewahnya di New York City, yang menurut petugas terlihat seperti pekerjaan profesional.

Saleh lahir di Arab Saudi dari orang tua Bangladesh dan dibesarkan di bagian utara New York. Semangat kewirausahaannya berkembang di masa remaja ketika ia mulai mengembangkan jaringan aplikasi media sosial dari rumah orang tuanya.

Pada 2006, perusahaan pertama Saleh, Wizteen, Inc., menghasilkan lebih dari US$400.000. Dia seorang siswa SMA saat itu.

Pada tahun 2010, setelah lulus dari Universitas Bentley di Massachusetts, Saleh meluncurkan TapFury, perusahaan yang bertanggung jawab untuk aplikasi PrankDial yang sangat populer, yang memungkinkan orang untuk melakukan panggilan telepon prank anonim.

Saleh kemudian mendirikan Pathao, layanan transportasi sepeda motor di Bangladesh dan kemudian Gokada, sebuah usaha serupa di Lagos, Nigeria. Di Lagos, Gokada meluncurkan 1000 armada pertama yang dilengkapi dengan sepeda motor bermerek dan peralatan keselamatan untuk memberikan layanan kepada penduduk setempat melalui aplikasi.

Kasus kematian Saleh masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang New York, namun sebuah video CCTV menunjukkan bahwa si pembunuh, yang berpakaian serba hitam dan mengenakan masker, mengikuti Saleh ke dalam lift sehari sebelumnya. Detektif memberi tahu The Daily Beast bahwa Saleh tampak gelisah ketika pria itu tidak tahu cara menggunakan lift gedung dan keduanya saling bertukar kata.

Ketika Saleh tiba di apartemennya, di lantai 7, pria itu mengikutinya dan menangkap Saleh. Menurut polisi, pelaku menggunakan senjata kejut kemudian menikam Saleh beberapa kali.

Polisi menjelaskan, pembunuh Fahim Saleh kemungkinan menunggu semalam sebelum menggunakan gergaji untuk melakukan mutilasi. Polisi menduga pembunuhan itu mungkin dilatari perselisihan keuangan.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200716 165637Anita Kolopaking kuasa hukum Joko Tjandra. Foto: Linda Novi Trianita

SitindaonNews.Com | Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, bakal menyambangi Gedung Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis siang ini, 15 Juli 2020. Ia disebut-sebut akan melaporkan akun Twitter @xdigeeembok.

"Iya, ini saya sedang dalam perjalanan menuju ke sana untuk membuat LP (laporan)," ujar Anita saat dikonfirmasi pada Kamis, 15 Juli 2020. Namun, ia tak membeberkan siapa yang akan dilaporkan.

Nama Anita santer jadi perbincangan publik setelah akun Twitter @digeeembok membuat thread cerita ihwal dugaan keterlibatannya dalam pelarian Djoko Tjandra atau Joko Tjandra. Ia bertugas membuat Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan paspor Djoko.

 

Ia bahkan meminta Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menghapus nama kliennya itu dari daftar hitam di Imigrasi. Anita juga diduga meminta Brigjen Prasetyo Utomo selaku Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Badan Reserse Kriminal untuk menerbitkan surat jalan dari Jakarta ke Pontianak.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung. Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Joko 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali sebesar Rp 546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Joko.

Djoko Tjandra kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini pada 10 Juni 2009, sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkaranya. Kejaksaan menetapkan ia sebagai buronan. Belakangan, ia diketahui kembali masuk ke Indonesia untuk mendaftarkan PK ke PN Jakarta Selatan.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault