Top Stories
-
Mengenal Salah Satu Tugu Namangolu Sitindaon: Jansen Sitindaon
-
1 Lot Saham Adalah Kunci Sukses Investasi, Ini Penjelasan dan Cara Membelinya!
-
Jika Anda Ingin Sukses, Fokuslah Pada Tujuanmu!
-
Arab dan Yahudi Saling Membenci
-
Berdagang!
-
KPK Sita Mobil dan Duit Rp 1 M Terkait Kasus Bea Cukai
-
Uji Lab Daging Impor Kedaluarsa yang Dibongkar Bareskrim: Tak Layak Konsumsi
-
Iran Diembargo 40 Tahun, Iran Embargo 14 Hari
-
Orang-orang Kaya di BUMI ini Adalah Mereka yang Mencari Uang di Pasar Saham, Pertambangan, Energi dan Perkebunan, Dimana Kompetensimu?
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 369
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
SitindaonNews.Com, || Seorang anggota TNI AL diduga dianiaya oleh pak ogah atau pengatur lalu lintas liar di Cilandak. Pelaku kini telah diamankan di Polres Jakarta Selatan.
"Betul terjadi pemukulan dan pelaku sudah diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Irwandhy Idrus kepada wartawan, Jumat (24/3/2023).
Irwandhy menyebut pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pelaku masih di proses di Polres Jaksel.
"Pelaku penganiayaan saat ini masih diproses di Polres Metro Jaksel. Sudah (tersangka)" ujarnya.
Sebelumnya, seorang anggota TNI AL diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Korban diduga dianiaya oleh 'pak ogah'.
"Telah terjadi aksi kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku atas nama saudara R alias B (pak ogah jalanan)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Kamis (23/3/2023).
Peristiwa itu terjadi Rabu (22/3) sekitar pukul 17.00 WIB, di Persimpangan Komplek DDN Pondok Labu, Cilandak, Jaksel. Julius mengatakan korban mengalami luka di bagian mulut.
"Terhadap terduga korban mengakibatkan luka pada bagian mulut," ujarnya.
Dia mengatakan korban awalnya ingin melintas di persimpangan namun terduga pelaku diduga menutup jalan korban. Akibatnya, terjadi perselisihan yang berujung pelaku melakukan kekerasan ke korban.
"Kronologi singkat bahwa anggota TNI AL hendak melintasi persimpangan yang kondisi lalu lintas cukup padat, saudara R alias B menutup jalan sehingga terjadi perselisihan yang menyebabkan kekerasan atau penganiayaan," ujarnya.
Sumber: detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 453
Foto: Pasar Takjil Benhil. (Mulia Budi/detikcom)
SitindaonNews.Com, || Warga memenuhi Jalan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus), sore ini. Mereka datang untuk berburu menu berbuka puasa.
Pantauan di lokasi, pukul 17.07 WIB, Kamis (23/3/2023), warga memadati Pasar Takjil Benhill, Jakpus. Para pedagang menjajakan dagangannya mulai dari bubur sumsum, gorengan, kolak hingga gudeg.
Salah satu warga, Farin (25) mengaku sudah terbiasa berburu menu buka puasa di Benhil. Menurutnya menu makanan di Benhil tergolong lengkap.
Soalnya di sini sudah terkenal ramai banget dari puasa-puasa sebelumnya juga suka beli di sini karena emang lengkap menunya dari cemilan, makanan berat, jadi kita juga nggak pusing kalau mau nyiapin makanan karena kerja juga," kata Farin saat ditemui di Pasar Takjil Benhil.
Farin mengatakan dirinya sudah berlangganan membeli makanan di Benhil sejak lima tahun lalu. Dia menyebut rasa makanan di Benhil juga enak.
"Sering ke sini, udah langganan banget dari lima tahunan selalu makan ke sini," kata Farin.
"Karena ini deket dari rumah, dan deket dari kantor juga dan makanannya enak-enak terus juga ya kita kan senengnya gorengan terus makanan yang dingin-dingin, buat buka di sini tuh ada semua," imbuhnya.
Warga lainnya, Vivi (32) mengatakan hal senada. Dia memilih berburu menu buka puasa di Benhil lantaran menu makanan yang ditawarkan bervariasi.
"Karena deket rumah, menunya lengkap, banyak, macem-macem," kata Vivi.
Vivi mengaku sudah sering membeli makanan untuk buka puasa di Benhil setiap Ramadan. Dia mengatakan dirinya ingin berburu kolak dan gorengan di hari pertama puasa ini.
"Sudah setiap tahun, sudah lama, sudah lima tahunan sering beli di sini. Nanti mau beli banyak, goreng-gorengan, kolak, rasanya enak," ucapnya
Sumber: news.detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 412
Foto: republikaIlustrasi Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW memperlakukan Ramadhan dengan sangat istimewa
Rasulullah SAW memperlakukan Ramadhan dengan sangat istimewa
Sering kita mendengar bahwa Ramadhan adalah bulan kebaikan, bahkan ganjarannya dilipatgandakan pada bulan ini.
Inilah mengapa ketika Ramadhan Rasulullah SAW semakin memperbanyak amal ibadah. Di luar Ramadhan, Rasulullah SAW adalah sosok yang dermawan. Beliau senang berbagi kepada para sahabat terutama para kaum fakir miskin.
Sedangkan dalam banyak riwayat disebutkkan bahwa ketika Ramadhan Rasulullah SAW meningkatan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan di bulan-bulan selain Ramadhan.
Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika Ramadhan Rasulullah SAW membaca Alquran bersama malaikat Jibril. Berikut haditsnya:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari 'Ubaidallah bin 'Uqbah bahwa Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, "Nabi ﷺ adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan.
Dan kelembutan beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril 'alaihissalam datang menemui beliau. Dan Jibril 'alaihissalam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadan (untuk membacakan Alquran) hingga Alquran selesai dibacakan untuk Nabi ﷺ. Apabila Jibril 'alaihissalam datang menemui beliau, maka beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus." (HR Bukhari).
Sumber: republika.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 445
Ilustrasi pembuangan bayi. (Antara)
SitindaonNews.Com, || Aparat kepolisian di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menangkap suami dari seorang kepala desa di Kabupaten Blitar yang diidentifikasi sebagai pelaku pembuangan bayi yang lahir prematur di tepi jalan raya Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.
Sang suami kades, RY (45), inisial pelaku pembuangan bayi asal Wonodadi, Blitar itu ditangkap pada Senin (20/3/2023) malam, setelah polisi curiga dengan keterangannya saat menjadi saksi penemuan bayi dalam kardus di tepi jalan Desa Pojok Kecamatan Ngantru, Tulungagung, demikian keterangan Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mohamad Anshori di Tulungagung, Selasa (21/3/2023).
"Pelaku atau tersangka ini awalnya adalah saksi utama dalam kasus ini. Dia yang mengaku menemukan bayi dibuang di pinggir jalan lalu melaporkan ke polisi," ujar Ansori.
Selain RY, polisi kemudian menangkap pula seorang wanita muda berinisial WY (20), yang diidentifikasi sebagai ibu bayi tersebut. WY belakangan diketahui sebagai selingkuhan dari RY.
Hubungan terlarang RY yang berstatus suami dari Kepala Desa Jaten Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar ini dengan WY selama hampir setahun terakhir menyebabkan janda muda asal Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru Tulungagung itu hamil dan melahirkan bayi prematur.
Diduga, RY dan WY malu dengan anak hasil hubungan terlarang tersebut. RY juga tidak bersedia menikahi WY karena statusnya yang sudah beristri.
"Kedua pelaku kemudian merancang skenario membuang bayi hasil hubungan gelap tersebut, dan seolah menemukan di pinggir jalan. Ini terungkap setelah penyidik mempelajari keterangan saksi yang tidak konsisten saat pemeriksaan di kantor Polsek Ngantru," lanjutnya.
Kedua pelaku kemudian ditangkap pada Senin (20/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB di rumahnya.
Setelah dilakukan interogasi ulang dan berdasarkan keterangan dari saksi saksi, akhirnya RY dan WY akhirnya mengakui telah merekayasa kejadian penemuan bayi tersebut.
Kedua pelaku kemudian ditangkap pada Senin (20/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB di rumahnya.
"Kedua pelaku mengaku melakukan perbuatan membuang bayi tersebut karena malu, sehingga berinisiatif membuang bayi yang baru dilahirkannya itu," ungkapnya.
Kedua pelaku dijerat dengan pasal 76C Sub 80 Ayat (1), (3) dan (4) UURI Nomor 23 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 35 tahun 2014 sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan ke dua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. (Sumber: Antara)
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 402
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom).
SitindaonNews.Com, || Misteri 2 mayat yang diantar ke RS di Kota Bandung hingga kini belum terpecahkan. Meski salah satunya kuat diduga merupakan korban penganiayaan, namun polisi masih belum bisa mengambil kesimpulan.
Kedua mayat tersebut diketahui diantarkan ke RS Hasan Sadikin dan RS Santo Yusup.
Namun tanda tanya kemudian muncul setelah tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas kedua mayat itu.
Seperti mayat pertama yang dibawa ke RSHS Kota Bandung. Mayat berjenis kelamin pria ini tidak diketahui identitasnya dan kabarnya hanya diantar dua orang menggunakan sepeda motor ke RS tersebut
"Saya belum bisa simpulkan itu pembunuhan, terus TKP-nya (sementara) juga bukan di saya (wilayah Sukajadi). Jadi tadi (kemarin) pukul 01.17 WIB ada yang ngantar jenazah ke Rumah Sakit Hasan Sadikin" ujar Kapolsek Sukajadi Kompol Dadang Cahyadiawan saat dikonfirmasi.
Menurut informasi yang diperoleh Dadang, penemuan mayat itu awalnya berasal dari telepon Kapolsek Cicendo. Posisi mayat berada di depan hotel Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung.
"Dicek anggota di Hotel Vio dari CCTV tak ditemukan kejadian di wilayah saya," kata Dadang.
"Ditelusuri CCTV sepenjang wilayah Djunjunan sampai keluar pintu tol dan Hasan Sadikin, tidak ada TKP, akhirnya saya laporkan ke Inafis dan Pak Kapolres," ujarnya menambahkan.
Mayat saat ini dibawa ke rumah sakit Sartika Asih. Rencananya mayat tersebut akan dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Identitas tidak ditemukan, korban luka, ada lebam di muka depan, sama dada kiri dan punggung kaya ada bekas tusukan. Dua orang yang mengantarkan jenazah belum ditemukan, tapi identitas sudah dikantongi," jelasnya.
Karena kondisi itu, Dadang belum bisa menginformasikan apapu mengenai temuan mayat tersebut. Ia juga belum bisa menyimpulkan mengenai dugaan korban ini sebelumnya telah dianiaya sebelum meninggal.
"TKP betul belum jelas, jadi kami belum bisa simpulkan, kami berusaha terus cari. Info korban ditemukan di selokan yang ada di Hotel Vio, itu gak ada selokan disepanjang itu," terangnya.
Selain RSHS, jasad korban dugaan penganiayaan juga dikabarkan telah dibawa ke Rumah Sakit Santo Yusup. Informasi dihimpun, korban merupakan seorang lelaki dan diantar oleh dua orang pria ke RS tersebut.
Tak hanya temuan 2 mayat, pada Minggu kemarin ada seseorang yang diduga korban penganiayaan.
Namun korban masih bisa selamat dan hanya mengalami luka
Korban tersebut dibawa ke Rumah Sakit Advent, Kota Bandung. Informasi diperoleh, korban yang dibawa ke RS Advent merupakan korban penganiayaan yang TKP-nya diduga terjadi di wilayah Coblong.
Terpisah, dikonfirmasi wartawan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, Satreskrim Polrestabes Bandung sedang menyelidiki informasi tersebut. "Masih dikejar," katanya.
Sumber: detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 382

SitindaonNews.Com, || Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahd menceritakan pengalaman buruknya diintimidasi oleh petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.
Pengalaman tersebut ia bagikan di akun media sosial Twitter miliknya @alissawahid.
Awalnya, ia mengomentari cuitan seseorang yang menceritakan ada rombongan TKI dipalak oleh petugas di Bandara Soekarno Hatta.
Ternyata, pengalaman tersebut juga dialami oleh Alissa sepulang mengikuti sebuah konferensi di Taiwan pada 2019 atau 2020 lalu.
"Maaf nyamber. Suatu ketika saya pulang dari konferensi di Taiwan. Di Cengkareng saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yang di dalam itu," kata Alissa seperti dikutip Suara.com, Selasa (21/3/2023).
Alissa Wahid
@AlissaWahid
Follow
Maaf nyamber.
Suatu ketika saya pulang dari Konperensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yg di dalam itu. Mbak petugas nanya :
"Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya."
Edward Lukito
@Edwardlukito
Replying to @kurawa and @KemenkeuRI
Beberapa tahun yg lalu ada pemandangan lazim bila rombongan tkw di palak terang2an di bandara soekarno hatta oleh oknum2 dan petugas keamanan seolah menutup mata, ngga tega kita lihat nya
Di ruang pemeriksaan, petugas Bea Cukai wanita memberondong Alissa dengan sederet pertanyaan.
Bahkan, petugas itu juga mengacak-acak koper bawaan Alissa Wahid yang dibawanya dari Taiwan.
"Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya," tulis Alissa menirukan ucapan petugas Bea Cukai kala itu.
Berikut ini isi percakapan antara Alissa dengan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.
Alissa: "Cuma 3 hari di Taiwan"
Petugas: "Kerja apa 3 hari di Taiwan? Kok bawaannya koper gede? Beli apa aja? Emang dibayar berapa?"
Alissa: "Konferensi"
Petugas: "Kok kamu bisa belanja dan bawa barang banyak? Kamu kerja apa? Sering ya ke luar negeri?"
Alissa: "Ya, bisa dilihat di paspor, mbak:
Petugas: " Kok sering ke luar, kerja apa?"
Alissa: "LSM"
"Petugas menengok, tampangnya agak kecut lalu kembalikan paspor: 'Silakan'. Saya beberes koper yang sudah dia aduk-aduk," ujar Alissa.
Cerita anak mantan orang nomor satu di Indonesia ini sontak membuat linimasa Twitter heboh.
Banyak orang yang mengaku ikut geram atas perbuatan petugas Bea Cukai yang tidak humanis.
Alissa menilai nada bicara petugas tersebut sangat mengintimidasi. Ia merasa kasihan jika hal itu juga dialami oleh TKI lainnya.
"Nada bicaranya benar-benar intimidatif sih menurut saya. Padahal saya bukan orang yang kecil hati. Pas hadap-hadapan sama polisi di depan GKI Yasmin saja saya berani adu ngeyel," ujar Alissa Wahid.
Sumber: suara.com